KOMPAS.com – Sejak menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir diketahui telah melakukan pencopotan atau penggantian jajaran petinggi berbagai perusahaan pelat merah.

Bahkan, dalam sepekan terakhir, setidaknya ada 8 BUMN yang direksi dan komisarisnya dirombak oleh Erick Thohir. 

Adapun alasan pencopotan atau penggantian yang dilakukan bermacam-macam. 


Langkah perombakan atau yang ia sebut sebagai “bersih-bersih BUMN” ini tidak lepas dari pertimbangan besarnya aset yang dikelola oleh BUMN. Kondisi tersebut dinilai rentan membuat para petinggi BUMN terjaring OTT KPK.

Melansir berbagai pemberitaan Kompas.com, dalam tiga bulan terakhir, berikut adalah deretan petinggi BUMN yang telah dicopot oleh Erick Thohir:

Baca juga: Erick Thohir: Akan Ada Direksi Telkom yang Usianya di Bawah 40 Tahun

Perusahaan minyak pelat merah tersebut semula memiliki 11 direksi. Setelah dipangkas, kini jajaran direksi Pertamina tersisa enam.

Berdasarkan dokumen yang tersebar di kalangan para pewarta, berikut susunan direksi PT Pertamina yang baru:

Direktur Utama: Nicke Widyawati

Direktur Keuangan: Emma Sri Martini

Direktur Penunjang Bisnis: M Haryo Yunianto

Direktur Logistik Infrastruktur: Mulyono

Direktur Sumber Daya Manusia: Koeshartanto

Direktur Pengembangan Investasi: Iman Rachman

Dari nama-nama tersebut, Iman Rachman merupakan orang baru di tubuh Pertamina. Sebelumnya, dia merupakan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Baca juga: Ini Tugas dari Erick Thohir yang Dibebankan ke Dirut Pertamina dalam 2 Tahun ke Depan

2. PT Pelindo I

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Refly Harun dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

Selain itu, ia juga mencopot tiga jajaran komisaris Pelindo I, yaitu Heryadi dari jabatan Komisaris Independen, Bambang Setyo Wahyudi (Komisaris), Lukita Dinarsyah Tuwo (Komisaris) dan Winata Supriatna (Komisaris).



Sumber