Hiu tutul diduga sedang bermigrasi karena perubahan musim.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER — Tiga ekor hiu tutul terdampar di pesisir selatan. Tepatnya di Pantai Nyamplong Kobong, Kabupaten Jember selama sepekan terakhir. Satu di antaranya sudah mati akibat tersangkut jaring nelayan setempat.

“Memang benar ada tiga ekor hiu tutul yang terdampar di Desa Kepanjen, pesisir selatan Jember, dua ekor hiu berhasil diselamatkan dengan menggiring ke tengah laut dan satu hiu sudah mati,” kata Kabid Sumberdaya dan Pascapanen Dinas Perikanan Kelautan Jember Rokhmatullah Hadi, Senin (6/7).

Berdasarkan laporan dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dua ikan hiu tutul yang terdampar di pantai yang berada di Desa Kepanjen pada Jumat (3/7) dan Sabtu (4/7). Keduanya berhasil diselamatkan dengan mendorong ikan hiu tersebut ke tengah laut yang dilakukan nelayan dan Pokmaswas setempat.

“Pada Ahad (5/7), seekor ikan hiu tutul sepanjang 4 hingga 5 meter dengan berat mencapai 1 ton terdampar di Pantai Nyamplong Kobong dalam kondisi mati karena terjebak jaring nelayan dan dagingnya dimutilasi oleh masyarakat setempat untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Hewan yang dilindungi tersebut terdampar di pesisir selatan Jember karena diduga peralihan musim dari musim hujan ke kemarau. Peralihan musim mendorong migrasi ikan hiu tersebut ke tepi pantai.

“Peralihan musim itu berpengaruh pada temperatur air laut hingga menyebabkan migrasi hiu untuk mencari makanan dengan mengikuti perubahan temperatur air tersebut,” katanya.

Rokhmatullah mengatakan pihaknya akan lebih gencar lagi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di pesisir pantai selatan untuk ikut menjaga kelestarian sumber daya perikanan yang dilindungi.

“Ikan hiu itu tidak boleh dikonsumsi karena merupakan hewan yang dilindungi, sehingga kami akan memberikan edukasi kepada warga dan nelayan, agar kejadian memutilasi ikan untuk dikonsumsi tidak terjadi lagi di Jember,” katanya.

sumber : antara



Sumber