JAKARTA, iNews.id – Rencana pemerintah membuka kembali sembilan sektor ekonomi saat sew normal atau kenormalan baru guna meningkatkan perekonomian serta lapangan kerja. Rencana ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap dunia usaha.

Kesembilan sektor tersebut yaitu pertambangan, perminyakan, industri manufaktur, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang. Ekonom Piter Abdullah menuturkan, dengan kembali dibukanya beberapa sektor ekonomi itu akan memberikan sedikit napas kepada pelaku usaha untuk mampu bertahan dan mengurangi pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Membuka sektor-sektor ekonomi setidaknya akan memberikan nafas kepada dunia usaha untuk bertahan sehingga tidak collapse yang bisa menyebabkan lonjakan PHK,” ujar Piter kepada iNews.id, Sabtu (13/6/2020).

Namun, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia ini menegaskan, protokol kesehatan harus dilakukan dengan maksimal, karena saat ini penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi. Oleh karena itu, jika kegiatan ekonomi kembali dijalankan namun tidak dibarengi dengan protokol kesehatan yang memadai, maka dengan dibukanya kembali sektor perekonomian justru bisa membahayakan.

“Saat kita menutup ekonomi dengan PSBB, penyebaran wabah terus meningkat. Kuncinya Ada di disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk



Sumber