Suara.com – Patung pedagang budak abad-17, Edward Colston, ditarik dari sungai dengan alasan agar tidak menganggu lalu lintas pelabuhan di Bristol.

Menyadur BBC, patung yang sengaja dilempar ke sungai oleh para demonstran Black Lives Matter ini diambil dari dasar sungai Avon pada Kamis (11/6), sekitar pukul 05.00 pagi.

Dewan Kota Bristol mengatakan patung perlu diangkat dari sungai mengingat kota ini memiliki pelabuhan yang berfungsi.

Pengambilan patung yang telah berdiri di Bristol sejak 1895 ini dilakukan di pagi hari guna mencegah adanya keributan lebih lanjut.

“Kami memiliki penyelam yang memasang tali untuk mengeluarkannya dari air dan membawanya pergi,” ujar Ray Barnet, kepala koleksi dan arsip di Dewan Kota Bristol.

Baca Juga:
Misteri Sekeluarga Tewas di Tangerang, Ayah Digantung, Bayi Dimasukan Tong

Barnett menambahkan pihaknya akan melakukan pembersihan badan patung dari lumpur sungai.

Saat diangkat dari air, patung masih memiliki kondisi yang sama seperti sebelum ditenggelamkan ke sungai, tali-tali masih terikat, pun cat semprot masih melekat di badan patung.

Patung tersebut nantinya akan mendapatkan perawatan di lokasi yang aman, sebelum akhirnya dibawa ke museum.

Baca Juga:
Arkeolog Temukan Makam Berhias Daun Emas, Diduga Kuburan Cleopatra

Selama ini, banyak pihak yang menginginkan patung simbol perbudakan tersebut dihilangkan dari publik.

Menyadur website resmi Museum Bristol, Colton merupakan pedagang filantropis atau budak yang dihormati di masanya. Dia disebut-sebut lahir di Bristol pada 1636.

Dia merupakan anggota aktif badan pengurus RAC (Royal African Company), yang berdagang di Afrika–saat itu wilayah jajahan–selama 11 tahun.

Demonstrasi anti-rasis besar-besaran di Bristol sendiri disebut polisi dihadiri sekitar 10 ribu orang. Untungnya, kata polisi, tak ada kekacauan dan kasus penangkapan selama demonstrasi tersebut.





Sumber