Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menentang klaim Tiongkok di Laut China Selatan. Dia mengatakan mereka memperjuangkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
 
“Kami jelaskan: Klaim Beijing terhadap sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan benar-benar tidak sah secara hukum, sama seperti upaya perisakan mereka untuk mengontrol area tersebut,” kata Pompeo, dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, yang diterima Medcom.id, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Pompeo menegaskan pihaknya berusaha memelihara perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan. Amerika Serikat, kata Pompeo, menjunjung kebebasan di laut yang sesuai dengan hukum internasional.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Mereka juga berusaha menjaga arus perdagangan yang tanpa hambatan, serta menentang upaya apapun untuk menggunakan paksaan atau kekuatan untuk menyelesaikan sengketa.
 
“Kami berbagi kepentingan yang mendalam dan tetap dengan banyak sekutu dan mitra kami yang telah sejak lama mendukung tatanan internasional yang berdasarkan aturan,” imbuhnya.
 
Pompeo menuturkan kepentingan bersama ini mendapat ancaman dari Tiongkok. Beijing, kata dia, menggunakan intimidasi untuk menggerogoti hak berdaulat negara-negara pantai Asia Tenggara di Laut China Selatan.
 
Negeri Tirai Bambu disebut mengusik akses negara-negara ASEAN terhadap sumber daya lepas pantai dan memaksakan kekuasaan unilateral. Tiongkok juga dituduh mengganti hukum internasional dengan ‘yang kuat dan benar’.
 
Pompeo menambahkan, pada 2010 mantan Menteri Luar negeri Tiongkok, Yang Jiechi, menyebutkan kepada negara-negara ASEAN bahwa Tiongkok adalah negara besar dan negara lain kecil.
 
“Cara pandang Tiongkok terhadap dunia layaknya predator ini tidak mempunyai tempat di abad ke-21,” serunya.
 
Tiongkok dinilai tidak memiliki dasar hukum untuk memaksakan kehendaknya di kawasan secara sepihak. Beijing, lanjut Pompeo, tidak memiliki landasan hukum untuk mengklaim ‘sembilan garis putus’ di Laut China Selatan.
 
“Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan Laut China Selatan sebagai kerajaan maritimnya,” seru Pompeo.
 
Sudah sejak lama AS menolak klaim Beijing di Laut China Selatan. Pernyataan Pompeo dinilai selangkah lebih jauh dibanding negara-negara Asia Tenggara, termasuk Filipina dan Vietnam.
 
“Amerika mendukung sekutu dan mitra Asia Tenggara kami dalam melindungi hak kedaulatan mereka atas sumber daya lepas pantai, konsisten dengan hak dan kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional,” tuturnya.
 
“Kami juga akan berdiri dengan komunitas internasional dalam membela kebebasan laut dan menghormati kedaulatan dan menolak setiap dorongan untuk memaksakan ‘kebenaran di Laut China Selatan atau wilayah yang lebih luas,” tegasnya.
 

(FJR)



Sumber