Liputan6.com, Washington, D.C. – Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat berkata perusahaan China mirip seperti kompeni di masa lalu. Julukan tersebut diberikan karena melihat tindakan BUMN China di Laut China Selatan.

Tindakan BUMN China seperti perusahaan minyak CNOOC yang aktif di Laut China Selatan dianggap sebagai “battering ram” untuk mengintimidasi negara-negara lain.

“Dalam masyarakat kita, warga pantas mengetahui perbedaan antara perusahaan dagang dan alat kekuasaan negara asing,” ujar Asisten Menteru Luar Negeri David Stilwell dalam acara Center for Strategic and International Studies, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (15/7/2020).

“Perusahaan-perusahaan negara tersebut bagaikan East India Company era modern,” lanjut Stilwell.

East India Company adalah salah satu perusahaan kolonial yang menjajah wilayah Hindia Timur (East Indies). Perusahaan serupa dari Belanda, yakni VOC, juga menjajah nusantara untuk mencari rempah-rempah.

Perusahaan penjajah itu dikenal dengan nama company atau compagnie (kompeni).

Terkait isu Laut China Selatan, AS mendukung negara-negara ASEAN lain dalam menolak klaim China. PBB juga telah menyatakan klaim China di Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum.

China secara sepihak mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan lewat konsep Nine Dash Lines (sembilan garis putus). Wilayah Laut China Selatan kaya akan sumber daya alam.

Tahun depan, China dan negara ASEAN akan harusnya menyepakati kode etik (code of conduct) di Laut China Selatan. Namun, target itu diundur karena ada pandemi Virus Corona (COVID-19).

Stilwell berkata AS memantau pembahasan code of conduct agar tidak justru memberi China legitimasi untuk melakukan, “reklamasi, militerisasi, atau klaim maritim yang dapat merugikan secara buruk dan tak dapat diterima banyak negara.”



Sumber