loading…

TEHERANIran telah membangun beberapa “kota rudal” bawah tanah di berbagai wilayah termasuk di pantainya di Teluk Persia dan Teluk Oman. Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri, menyebut fasilitas senjata itu menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuh negara para Mullah.

Tangsiri, dalam wawancaranya dengan mingguan Sobh-e Sadeq yang dipublikasikan hari Minggu, mengatakan jaringan persenjataan itu mencakup bungker bawah tanah, serta anjungan terapung lepas pantai. (Baca: Iran Rilis Foto Terbaru ‘Kota Rudal’ Bawah Tanah Rahasia)

“Iran telah mendirikan kota-kota rudal darat dan lepas pantai bawah tanah di sepanjang pantai Teluk Persia dan Teluk Oman, yang akan menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuh Iran,” kata Tangsiri.

“IRGC kini hadir di mana-mana di perairan ini, Angkatan Laut-nya telah mengerahkan 23.000 personel layanan dan 428 personel armada di sepanjang perbatasan selatan,” ujarnya yang dilansir Russia Today, Senin (6/7/2020).

Tangsiri juga mengisyaratkan rudal jarak jauh yang akan datang, serta kapal militer baru berada di luar imajinasi musuh-musuh Iran.

IRGC Iran telah berulang kali mengisyaratkan bahwa Teheran memiliki persediaan rudal yang tersembunyi dan lokasi peluncuran, dan bahkan pabrik bawah tanah yang sepenuhnya berkembang. Sejauh ini, tidak ada bukti visual dari klaim IRGC yang dioperasikan Angkatan Laut-nya. (Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35 Israel Diklaim Biang Ledakan Situs Militer Iran)

Ketegangan telah meningkat di Teluk Persia sejak musim panas lalu, menyusul serangkaian insiden maritim termasuk serangan misterius terhadap sejumlah kapal tanker minyak. Sejumlah pihak seperti Amerika Serikat dan Inggris dengan cepat menyalahkan Iran atas insiden ini, tetapi Teheran membantah tuduhan tersebut dan menantang untuk menunjukkan bukti.

Washington sendiri telah mengerahkan pasukan tambahan ke kawasan Teluk Persia untuk memastikan navigasi yang aman.

Namun, Iran menegaskan bahwa pihaknya mampu secara sendirian menyediakan semua keamanan yang diperlukan di kawasan itu, dan mendesak negara-negara asing agar menjauh dari perairan yang bermasalah tersebut.

(min)



Sumber