ILUSTRASI. Gerai perbankan berada di Main Press Center, arena Asian Games di JCC, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018). Di tempat itu tersedia layanan perbankan dan telekomunikasi memudahkan para atlet dan wartawan manca negara. (Warta Kota/Alex Suban

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dukungan pemerintah lewat penjaminan kredit modal kerja (KMK) dan penempatan dana pada bank Himpunan Bank Milik Negara Himbara (Himbara) diperkirakan akan mendorong ekspansi kredit modal kerja tahun ini. Sehingga kredit segmen ini diperkirakan bisa tumbuh lebih baik dibanding tanpa ada dukungan.

Pemerintah telah menganggarkan Rp 5 triliun ke dalam program penjaminan modal kerja bagi pelaku usaha UMKM agar bisa eskpansi lagi. Penjaminan itu dilakukan lewat Askrindo dan Jamkrindo.

Sebanyak 13 bank telah meneken kerjasama penjaminan itu diantaranya BRI, BRI Agro, Bank Mandiri, BNI, Bank BJB, BCA, BTN, Bank Jatim, Bank Jateng, Bank Permata, Nobu Bank, Bank Maybank, dan Bank BTPN.

Baca Juga: Waduh, utang 900 perusahaan global di 2020 bisa meroket jadi US$ 1 triliun!

Dengan jaminan tersebut diharapkan perbankan tidak khawatir lagi memberikan kredit modal kerja kepada debitur yang melakukan restrukturisasi.

Sementara debitur-debitur setelah melakukan restrukturisasi tentu membutuhkan modal baru untuk melanjutkan kembali operasi bisnisnya.

BRI memandang prospek kredit modal kerja (KMK) sampai akhir tahun akan positif sejalan dengan dukungan pemerintah tersebut. Penjaminan KMK dan penempatan uang negara di bank BUMN itu dinilai akan mengakselerasi pertumbuhan kredit dalam rangka pemulihan ekonomi.

“Kami menargetkan KMK sampai akhir tahun tumbuh 5% sejalan dengan total target kredit BRI tahun ini,” kata Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI pada KONTAN, Jumat (12/7).

Untuk mengejar pertumbuhan itu, BRI akan fokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Haru, sektor yang memiliki potensi besar untuk penyaluran KMK saat ini adalah sektor pertanian dan peternakan, perdagangan sembako, distribusi pangan, farmasi dan alat kesehatan, serta jasa logistik.

Baca Juga: Beleid penempatan dana LPS segera terbit

Per Mei, total outstanding kredit modal kerja BRI tercatat sebesar Rp 435,9 triliun atau tumbuh sekitar 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY) yanag ditopang oleh sektor pertanian dan perdagangan bahan pangan.

Sementara BNI optimis bisa mendorong pertumbuhan kredit modal kerja (KMK) sekitar 5%-6% tahun 2020 ini dengan adanya jaminan kredit modal kerja yang diberikan serta penempatan dana pemerintah kepada bank Himbara. Itu lebih tinggi dari target kredit perseroan secara keseluruhan tahun ini yakni tumbuh sekitar 4%.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Sumber