JAKARTA, iNews.id – Pemerintah melalui Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) berusaha menjaga iklim investasi tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya dengan pengembangan layanan berbasis online dan mempermudah perizinan usaha.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo menyebutkan selain logistik, KKP juga terus menjaga iklim investasi di bidang kelautan dan perikanan tetap berkembang.

“Selama triwulan I 2020, realisasi investasi kelautan dan perikanan tercatat sebesar Rp2,01 triliun, naik 38,75 persen dibanding periode yang sama 2019, yang hanya mencapai Rp1,45 triliun. Harus diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya perlambatan di triwulan II akibat pandemi,” ujarnya, dalam keterangan pers yang dilansir Minggu (15/6/2020).

Nilanto memaparkan, upaya penanggulangan dampak covid-19 terhadap investasi yang dilakukan pihaknya antara lain pengembangan perizinan sektor kelautan dan perikanan berbasis online serta memperpendek waktu pengurusan surat izin usaha pengolahan (SIUP) menjadi tiga hari.

Selain itu, fasilitas PPh diberikan untuk penanaman modal serta pemberian kebijakan tax holiday. “Kemudian ada pembebasan bea masuk dan juga diberlakukan atas impor mesin barang dan bahan untuk keperluan produksi,” kata Nilanto.

Dia mengemukakan KKP terus berupaya menjaga geliat industri pengolahan hasil perikanan di situasi pandemi karena kelancaran arus barang menjadi salah satu faktor kunci untuk menunjang rantai produksi.

“Untuk pengangkutan produk perikanan melalui udara, Bapak Menteri juga sudah meminta kepada maskapai Garuda Indonesia untuk kelancaran pengangkutan produk perikanan domestik dan internasional dengan pesawat,” ujar Nilanto.

Sejumlah terobosan juga dilakukan PT Kereta Api Indonesia dengan mengembangkan kereta kontainer (barang) untuk distribusi produk perikanan di jalur Surabaya-Jakarta-Surabaya. Banyak pelaku usaha ikan hias yang mendistribusikan barangnya dari Jawa Timur menuju Jakarta menggunakan kereta barang.

Editor : Dani Dahwilani



Sumber