Kegagalan demi kegagalan dalam berusaha tidak membuat pria ini patah arang. Sempat gagal mengelola usaha pertambangan batu bintang atau slide remover stone, pria tersebut pun beralih berusaha budidaya ikan lele. Setelah berjalan, usaha pun membuahkan hasil. Seperti apa?

Pria tersebut diketahui bernama  Bayu. Warga Desa Cubadak Air Utara, Kecamatan Pariaman Utara itu jatuh bangun dalam berusaha. Kondisi demikian, tidak menjadi penghalang baginya untuk terus membuat usaha baru. “Sebelum budidaya ikan lele ini, saya awalnya menggeluti usaha pertambangan batu bintang atau slide remover stone. Pertambangan ini jadi salah satu bahan pembuatan pasir besi dan isolasi yang terbaik untuk bahan panas atau untuk industri berat,” kata Bayu, kepada Padang Ekspres.

Hingga, sebut Bayu, ia pernah ditawari kerja sama dengan perusahaan Jepang dan PT Growth Asia Medan, sebuah perusahaan tambang terbesar di Indonesia. ”Kerja sama tersebut akhirnya gagal. Dikarenakan pasarnya tidak cocok di Kota Pariaman. Mesin pengolah tambang yang ada juga tidak mampu memenuhi permintaan perusahaan tersebut,” ungkap Bayu.

Berawal dari kegagalan tersebut, sebut Bayu, mengubah strategi usaha lainnya yaitu budidaya ikan lele. Modal awal sebanyak 16.000 ekor bibit ikan dari UPR Perikanan Kota Pariaman yang dibeli secara swadaya.

“Sebetulnya budidaya lele dan pelet ikan yang dikelola tersebut sudah lama diwacanakan. Akan tetapi sempat terhenti akibat pandemi Covid-19,” sebut Direktur BUMDes Telaga Zam-Zam ini.

Bayu bersyukur usaha ini juga turut dibantu Pemko Pariaman dengan hibah satu unit mesin pembuat pakan ikan. “Mesin ini ditargetkan bisa memproduksi pakan ikan sebanyak 200 kilogram per jamnya atau sampai 1 ton per harinya. Dan, ini cukup bagi konsumsi ikan. Bahkan mungkin untuk dipasarkan ke Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil) yang ada di Kota Pariaman nantinya,” ucapnya.

Banyak faktor pendukung yang membuat ia bersemangat untuk mengelola usaha ini, salah satunya bantuan dari Dinas PPP Kota Pariaman ini. “Dengan adanya pembinaan mulai dari pembenihan, pembesaran sampai ke pengasapan menjadi terintegritas antara pemerintah dengan pengelola budidaya ikan yang ada.  Dan, usahanya ini semakin berkembang sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda di desa,” harap Bayu.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan Pemko Pariaman akan terus mendukung setiap warga yang produktif seperti Bayu ini. “Dibutuhkan mental yang berani mengambil risiko untung dan rugi dalam berwirausaha,” kata Genius Umar saat meninjau budidaya ikan lele dan pembuatan pakan ikan atau pelet yang dikelola Bayu.

Budidaya ikan lele dengan kolam bundar trapal ini mulanya di kelola secara swadaya. Kemudian dibantu Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (PPP) Kota Pariaman berupa kolam fiber. Selain itu, Dinas PPP Kota Pariaman juga menghibahkan satu unit mesin pembuat pakan ikan (pelet).

“Diharapkan dengan adanya bantuan mesin pengolah pelet tersebut, Bayu bisa mengembangkan usahanya. Dan pakan ikan tersebut juga bisa dipasarkan. Di samping, juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru di desa tersebut,” ucap Genius. (nia)



Sumber