<img src='https://obs.line-scdn.net/0hq6shAgPfLhlOEQadWSFRTnRHLXZ9fT0aKid_Bx5_cC03dWtPInBnLGIXeC82cWlHJ3RkfmIQNSgxIT5KcnNn' alt='Kapal Bermuatan Pupuk Urea Karam di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat’ />
figure_image
{"alt":"","caption":"Polisi melakukan evakuasi pada KLM Bintang Lautan yang karam di Sungai Kapuas. Foto: Dok Polda Kalbar","hash":"0hq6shAgPfLhlOEQadWSFRTnRHLXZ9fT0aKid_Bx5_cC03dWtPInBnLGIXeC82cWlHJ3RkfmIQNSgxIT5KcnNn","quality":0,"style":0}

Hi!Pontianak – Kapal bernama KLM Bintang Lautan Abadi GT 498 bermuatan pupuk urea mengalami kebocoran hingga mengakibatkan tenggelam di sekitar bui Batulayang, Kecamantan Pontianak Utara, Kamis (11/6), sekitar pukul 17.30 WIB.

Kapal yang membawa muatan pupuk urea tersebut karam. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, kapal bermuatan pupuk urea seberat 1.100 ton tersebut, rencananya akan melakukan bongkar muat dari dermaga TPI Pontianak menuju gudang kayu.

Namun, setiba di sekitar bui Batulayang, kapal yang dinakhodai Ahmad Yani dan enam ABK itu berpapasan dengan kapal dari arah berlawanan sehingga kapal pun menghindar kearah kiri, dan menabrak sesuatu yang mengakibatkan kebocoran di bagian depan.

“Kapal mengalami kebocoran di bagian depan akibat menabrak sesuatu setelah menghindar saat berpapasan dengan kapal dari arah berlawanan,� jelas Donny, Jumat (11/6).

Saat ini, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat bersama TNI AL dan instansi terkait telah berada di lokasi kejadian untuk pengamanan sekaligus melakukan evakuasi. "Semua ABK dan Nakhoda selamat. Saat ini mereka dimintai keterangan,� pungkasnya.



Sumber