Kendari: Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) pada musim panen Juli 2020 telah menyerap 17.250 ton beras petani.
 
Kepala Bulog Kanwil Sultra Ermin Tora mengatakan serapan 17.250 ton hampir menyamai target serapan 2019 sebanyak 18 ribu ton.
 
“Capaian pembelian beras petani 17.250 ton sangat menggembirakan namun selektif melakukan pembelian karena saat ini masih dalam kondisi curah hujan tinggi. Bulog Sultra bersama mitra optimistis mencapai target serapan yang ditargetkan pemerintah,” kata Ermin Tora dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2020.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bulog Kanwil Sultra 2020 ditargetkan membeli beras petani sebanyak 24.500 ton atau meningkat signifikan dibandingkan 2019 sebanyak 18 ribu ton.
 
Bulog melalui mitranya yang ada di sentra-sentra produksi membeli beras petani berdasarkan keputusan pemerintah seharga Rp8.300 per kg, mengalami kenaikan dibandingkan 2019 senilai Rp8.030 per kg.
 
Adapun standar kualitas beras pembelian Bulog, yakni kadar air paling tinggi 14 persen, derajat sosoh paling sedikit 95 persen, butir patah paling tinggi 20 persen dan butir menir paling tinggi dua persen.
 
Informasi yang dihimpun menyebutkan panen padi sawah di sentra-sentra produksi sedang berlangsung di Kabupaten Konawe, Bombana, dan Konawe Selatan. Mitra Bulog terus bergerak membeli beras petani setempat.
 
Anggota DPRD Sultra Syamsul Ibrahim mengapresiasi geliat Bulog membeli beras petani ditengah pandemi virus korona.
 
“Harapan masyarakat petani bahwa kehadiran Bulog membeli beras petani sebanyak-banyaknya dengan harga bersaing sehingga petani tidak disandera oleh tengkulak,” kata Syamsul Ibrahim, politisi PAN daerah pemilihan Kabupaten Konawe, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan. 

(SAW)



Sumber