Satelit akan membantu China untuk mengamati data-data kelautan.

REPUBLIKA.CO.ID,  SHANXI– Sebuah satelit pengamatan laut meluncur ke angkasa dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi utara, Kamis (11/6). Satelit Haiyang (HY-1D) naik untuk mengorbit di atas roket Long March 2C.

Haiyang memiliki arti lautan dalam bahasa China. Menurut sumber berita pemerintah China, satelit berhasil dilepas ke angkasa.

“Satelit baru ini akan membentuk konstelasi satelit pertama China untuk layanan sipil laut bersama dengan HY-1C, yang diluncurkan pada September 2018, dan menggandakan data pengamatan laut saat ini, menurut CNSA (Cina National Space Administration) dan Kementerian Sumber Daya Alam,” kata penyedia berita negara Xinhua mengatakan dalam sebuah laporan, seperti yang dilansir dari Space, Sabtu (13/6).

Xinhua mengungkapkan konstelasi satelit diharapkan untuk meningkatkan kemampuan China dalam mengamati warna laut, sumber daya pesisir dan lingkungan ekologis. Satelit ini diharapkan juga meningkatkan dukungan untuk meteorology, pertanian, konservasi air dan transportasi. Berbagai sumber berita mengatakan satelit itu juga akan membantu mengelola perikanan China dan melacak kapal.

Satelit memiliki resolusi spasial 165 kaki dan akan memungkinkan kemampuan meninjau kembali lebih sering ke lokasi tertentu setelah ditambahkan ke dalam konstelasi.

“Seiap satelit dapat melihat dunia dua kali sehari untuk pagi dan malam. Untuk dua satelit, akan menjadi empat kali (untuk sepanjang hari). Jadi efisiensi pengamatan keseluruhan akan berlipat ganda,” kata Bai Zhaoguang, direktur Sains dan Komisi Teknologi dengan pengembang China Spacesat Co Ltd di sumber berita CCTV negara.

Peluncuran ini dikembangkan oleh Aerospace Dongfanghong Satellite Co.,Ltd yang berafiliasi dengan Fifth Academy of China Aerospace Science and Technology Corporation, menurut laporan yang diterjemahkan mesin dari Space China. Misi ini adalah peluncuran seri roket Long March ke-334.



Sumber