CSAP menimbang dampak korona
figure_image
{"alt":"","caption":"","hash":"0hMhwh8s0KEkdKETrC2KZtEHNHESh5fQFELidDWRp_THMzdVYZISNccmZCRXZmclUZI3RfJGdUTSVndQcWI3Y","quality":0,"style":0}

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Catur Sentosa Adiprana Tbk masih menggenggam cita-cita memiliki 50 gerai Mitra10 hingga tahun 2021 nanti. Sementara target mereka tahun ini mengoperasikan 39 gerai.

Selama kuartal I 2020, Catur Sentosa menambah satu gerai baru di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gerai tersebut menjadi gerai ke-35 yang beroperasi.

Sepanjang tahun ini, Catur Sentosa menyediakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) kurang lebih Rp 600 miliar. Mayoritas untuk membangun Mitra10, Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh SCG Retail Holding Co Ltd asal Thailand itu mencukupi kebutuhan dana belanja modal dari kas internal dan utang bank. 

Biarpun harapan pada ekspansi gerai Mitra10 masih ada, bukan berarti Catur Sentosa imun dari goncangan pandemi Covid-19. "Bisnis distribusi dan ritel bahan bangunan serta FMCG (fast moving consumer goods) masih diperbolehkan buka pada masa PSBB tapi dampak penurunan sales tetap kami rasakan," kata Idrus H. Widjajakusuma, Sekretaris Perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk kepada KONTAN, Selasa (9/6).

Oleh karena itu, Catur Sentosa bermaksud menyesuaikan rencana ekspansi tahun ini. Belum jelas detailnya, tapi emiten berkode saham CSAP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu yakin kebutuhan bahan bangunan masih besar. Selain pasar konstruksi baru, mereka menyasar pasar renovasi.

Catur Sentosa membagi bisnis dalam dua segmen yakni distribusi dan ritel modern. Segmen distribusi mencakup penjualan material bangunan, bahan kimia dan produk FMCG. Adapun bisnis ritel modern melalui operasional gerai Mitra10 dan Atria.

Sementara itu, Catur Sentosa juga menyiapkan strategi pemasaran agar bisnis tahun ini terus berputar. Demi mengimbangi konsep kenormalan baru, mereka memperkuat sistem penjualan online dan meningkatkan sistem manajemen gudang. Upaya lain yakni mengerek efisiensi pada lini operasional, distribusi serta logistik.

Lewat efisiensi biaya, Catur Sentosa berharap bisa mengantisipasi potensi penurunan penjualan ke depan. "Dari proyeksi awal, pencapaian sales kuartal II 2020 masih 85% dari target," kata Idrus.

Sementara dalam tiga bulan pertama tahun ini, Catur Sentosa masih mampu membukukan kenaikan penjualan 8,36% year on year (yoy) menjadi Rp 3,11 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih juga terungkit 7,84% yoy menjadi Rp 21,59 miliar.

Berdasarkan produk, keramik menjadi kontributor utama penjualan hingga sekitar Rp 1,16 triliun. Sebagaian dalam bentuk penjualan barang beli putus. Adapun berdasarkan lokasi, Jawa dan Bali mendominasi penjualan kuartal I 2020 hingga Rp 2,48 triliun. Adapun sisanya penjualan dari Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

Kongsi dengan Intikeramik

PT Internusa Keramik Alamasri menjalin kerjasama distribusi keramik merek Essenza dengan Mitra10. Kongsi antara anak usaha PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) dan gerai milik Catur Sentosa itu berjalan mulai 2 Juni 2020 hingga setahun ke depan.

Internusa Keramik yakin jaringan gerai yang luas serta basis pelanggan Mitra10 yang solid akan mendorong pertumbuhan bisnis Essenza. "Mitra10, dengan rekam jejak selama lebih dari tiga dekade merupakan salah satu distributor bahan bangunan terbesar di Indonesia," kata Angelica Lie, Direktur Pelaksana PT Internusa Keramik Alamasri  dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6).

Lewat kerjasama itu, Internusa Keramik mengantisipasi tambahan penjualan sebesar Rp 200 juta-Rp 300 juta per gerai setiap bulan. Untuk tahap awal, produk-produk Essenza akan hadir di empat gerai Mitra10 yang berada di Cibubur, Bintaro, Serpong dan QBig (BSD City). Lalu akan meningkat menjadi delapan gerai pada akhir 2020. 



Sumber