<img src='https://obs.line-scdn.net/0h_ZHvq9nAAHV1DykTrnp_IkxZAxpGYxN2ETlRayVhXkEPPkd2TmpMG1YLDk1QOUcrGzxGE1RKXxdaahB2SWo' alt='Cuaca Buruk di Timika, Nelayan Diminta Waspada’ />
figure_image
{"alt":"","caption":"Kasat Polair Polres Mimika, AKP Frits Erari memberikan imbauan terkait cuaca buruk di perairan Timika dan sekitarnya. (Dok: Polda Papua)","hash":"0h_ZHvq9nAAHV1DykTrnp_IkxZAxpGYxN2ETlRayVhXkEPPkd2TmpMG1YLDk1QOUcrGzxGE1RKXxdaahB2SWo","quality":0,"style":0}

Jayapura, BUMIPAPUA.COM– Nelayan tradisional diingatkan tetap waspada dengan cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini, khususnya di Perairan Pomako.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah V Jayapura menyebutkan Perairan Pomako dan sekitarnya memiliki kecepatan angin berkisar 10-25 knot dan tinggi gelombang laut mencapai 2,50 meter.

"Keadaan ini memicu gelombang laut tinggi akibat angin kencang di perairan wilayah Timika," kata Kasat Polair Polres Merauke, AKP Frits Erari, Minggu (5/7).

Menyikapi hal tersebut Satuan Polair Polres Mimika melaksanakan patroli di seputaran perairan laut Pomako untuk memberikan iimbauan kepada nelayan, agar untuk sementara ini tak melaut karena ombak tinggi.

"Kegiatan patroli dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi cuaca yang ekstrim bagi nelayan. Jadi, jangan paksakan ke laut, jika cuaca tak bersahabat," katanya.

AKP Erari meminta nelayan untuk mematuhi aturan di tengah laut, misalnya tidak membawa muatan barang dan penumpang melebihi kapasitas, kapal atau perahu harus dilengkapi alat keselamatan berupa pelampung hingga alat navigasi baik, termasuk kelengkapan dokumen kapal.



Sumber