Liputan6.com, Palembang – Kasus penyerangan buaya ke manusia, kembali terjadi di sepanjang aliran sungai di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam sepekan terakhir, sebanyak dua orang warga Banyuasin meninggal dunia karena dimangsa buaya muara.

Kasus terbaru dialami oleh YN (30), warga Desa Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Sumsel. Warga yang berprofesi sebagai nelayan ini diterkam oleh hewan buas saat beraktivitas di pinggiran sungai.

Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional (TN) Sembilang Kabupaten Banyuasin Affan mengatakan, awalnya korban bersama rekan kerjanya Karno.

Kedua nelayan tersebut sedang mencari kerang di sekitar kawasan TN Sembilang. Tepatnya di sekitar Pulau Alangan Tikus Kabupaten Banyuasin, pada hari Senin (8/6/2020).

“Korban turun dari perahu untuk mencuci kerang hasil tangkapannya di tepi sungai. Tiba-tiba seekor buaya muara menggigit kakinya dan menyeret tubuh korban ke dalam sungai,”ucapnya, Kamis (11/6/2020).

Karno yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena buaya muara sepanjang 5 meter tersebut, langsung masuk ke dalam sungai membawa tubuh korban.

Pihak SAR gabungan dari Polairud, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas Sumsel terus mencari keberadaan korban, namun hasilnya nihil.

Menurutnya, lokasi penyerangan korban merupakan habitat buaya muara. Namun memang kawasan tersebut juga banyak ditemukan kerang sungai.

“Kalau sore hari melintas di perairan itu, maka 80 persen pasti akan melihat buaya muara. Apalagi saat ini tengah memasuki masa kawin,” katanya.

Kawasan habitat buaya muara di daerah tersebut, lanjut Affan, sudah diketahui oleh para warga dan nelayan.

Namun diduga karena tuntutan ekonomi, membuat para nelayan di Kabupaten Banyuasin tetap nekat mencari kerang di kawasan habitat buaya muara tersebut.

 



Sumber