Penyaluran kredit dilakukan kepada 150 ribu pelaku usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah melakukan akselerasi penyaluran kredit atas penempatan dana yang diterima dari pemerintah. Tercatat pada pertengahan Juli 2020, BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp 7,7 triliun atau setara 77 persen dari alokasi yang diterima senilai Rp 10 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan penyaluran kredit atas penempatan dana dari pemerintah disalurkan kepada 150 ribu pelaku usaha. Adapun mayoritas pelaku usaha sebesar 61 persen segmen mikro dengan komposisi sektor ekonomi pertanian dan perikanan sebesar 21 persen.

“Apabila kita lihat sebaran secara geografis, 58 persen penerima kredit tersebut berada di Pulau Jawa dan sisanya sebesar 42 persen berada di luar Pulau Jawa,” ujarnya dalam keterangan tulis, Selasa (14/7).

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pemberian dana untuk mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya sektor riil.

Sunarso menyebut dana yang diterima tersebut mampu meleverage ekspansi kredit BRI. Setidaknya tiga kali untuk mendorong sektor riil utamanya segmen UMKM.

“Saat ini BRI akan tetap ekspansi untuk terus tumbuh. Dengan begitu, UMKM akan tetap berdaya dan akan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan ujungnya mengurangi angka pengangguran,” ucapnya.



Sumber