Pendatang dipulangkan Satpol PP Denpasar. ©2020 Istimewa

Merdeka.com – Petugas Satpol PP Kota Denpasar, memulangkan 29 orang pria yang merupakan Penduduk Pendatang (Duktang) yang berasal dari Jawa Timur, pada Jumat (12/6) siang.

Mereka dipulangkan, karena berasal dari zona merah di Jawa Timur. Selain itu, kedatangan mereka juga membuat warga setempat keberatan. “Mereka itu datang dari zona merah Jawa Timur dan wilayah yang dituju juga kebetulan zona merah hari ini,” kata Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat dihubungi, Jumat (12/6).

Ia menerangkan, puluhan orang itu tiba pada Kamis (11/6) malam, lewat mobil travel dan langsung menuju tempat indekosya di Perumnas Monang-maning, Desa Tegal Kerta, Denpasar, Bali.


“Mereka memang baru datang. Terus menuju rumah indekos-nya hanya dua kamar dan 29 yang tinggal di tempat itu. Sehingga, warga setempat keberatan dan melapor kepada Kepala Desa dan menghubungi kami untuk sama-sama mengatasi persoalan itu,” ujarnya.

“Kedatangan mereka rencananya mau bekerja kepada salah satu usaha gas di wilayah itu. Tapi, setelah kami periksa usaha yang dituju saja belum jelas karena belum ada perizinan,” imbuh Sayoga.

Selain itu, sebagian dari mereka juga tidak membawa surat rapid test yang merupakan syarat masuk untuk ke Bali untuk memastikan tidak terjangkit Covid-19. Setelah dicek ada yang dari Surabaya dan dari Madura, Jawa Timur.

Kemudian, bagi yang membawa rapid test ditawarkan untuk karantina mandiri. Namun, warga juga keberatan karena tidak ada yang akan mengawasi mereka.

“Ada yang bawa (rapid test) ada yang tidak bawa. Yang bawa pun kami sudah periksa. Apa mau diisolasi atau dikarantina mandiri selama 14 hari. Jadi mereka tidak sanggup di samping itu warga setempat juga keberatan,” jelasnya.

Selanjutnya petugas Satpol PP memulangkan mereka hari ini ke Jawa Timur pada pukul 10:30 Wita dengan mengantarnya menggunakan mobil Dinas Satpol Kota Denpasar sampai di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

“Mereka masih di perjalanan. Kita antara pakai kendaraan sampai ke Gilimanuk dan kita kerjasama dengan satpol PP Jembrana untuk menyebrangkannya. Riwayat perjalanan mereka dari zona merah juga,” ujar Sayoga. (mdk/rhm)



Sumber