DENPASAR, KOMPAS.com – Kapal feri KM Dharma Rucitra III yang melayani rute Bali-Lombok diduga mengalami kebocoran.

Insiden itu menyebabkan kapal hampir tenggelam sebelum sandar dalam keadaan miring di Pelabuhan Padangbay, Karangasem, Bali pada Jumat (12/06/2020) sore.

Kapal tersebut sandar di pelabuhan pada 21.50 Wita.

Baca juga: Kapal Pengangkut 110 Ton Sembako Tenggelam di Perairan Kalbar

Mengakibatkan kapal dalam posisi miring ketika tiba di Pelabuhan Padangbai pada 21.50 Wita.

Kapal dengan bobot 1.444 gross ton itu berangkat dari Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada hari Jumat (12/6/2020) sekitar 17.30 Wita.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menyebutkan, dugaan sementara kapal tersebut bocor kurang lebih pada 21.20 Wita.

Saat melakukan manuver untuk sandar kapal tersebut mengalami kemiringan, kemudian air laut mulai masuk ke lambung kapal.

Ketika hampir berhasil sandar kapal mengalami kegagalan mesin, sehingga lambung kapal menyentuh dasar dermaga dan miring ke sebelah kanan.

“Seluruh POB terevakuasi dalam keadaan selamat dan langsung melakukan pengecekan kesehatan oleh pihak KP3 Pelabuhan Padangbai,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada.

Baca juga: Kapal Bermuatan 1.100 Ton Pupuk Kandas di Sungai Kapuas

 

Menurut Darmada, KM Dharma Rucitra III mengangkut 66 orang yang terdiri dari 43 orang penumpang, lima orang pedagang di kapal dan 18 ABK.

Namun, ada beberapa kendaraan yang terjebak di dalam kapal diantaranya 10 unit truk besar, tiga unit truk sedang, tiga unit kendaraan kecil, 8 unit tronton dan lima unit roda dua.

“Penyebab kapal alami kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang,” kata Darmada.



Sumber