<img src='https://obs.line-scdn.net/0hs-kk4JquLAJWEgVkgyVTVWxEL21lfj8BMiR9HAZ8cjYsI2sBY3NiN3obJTF9I2tcOCBkbHoTNzMpID4DPXBi' alt='Dihantam Ombak, Kapal Pemandu Wisata Tenggelam di Perairan Malaoge, Sultra’ />
figure_image
{"alt":"","caption":"Tim regu penyelamat dari Basarnas dan Polairud berhasil menyelamatkan para penumpang kapal. Foto: Dok Basarnas Kendari.","hash":"0hs-kk4JquLAJWEgVkgyVTVWxEL21lfj8BMiR9HAZ8cjYsI2sBY3NiN3obJTF9I2tcOCBkbHoTNzMpID4DPXBi","quality":0,"style":0}

Kapal pemandu wisata yang bertolak dari Wanci menuju Malaoge untuk menjemput turis lokal, tenggelam di Perairan Malaoge, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (5/7) sore, karena terkena hantaman ombak.

Tim SAR yang menerima laporan dari warga langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar dua jam dilakukan pencarian, regu penyelamat berhasil menemukan kapal dalam kondisi sudah setengah tenggelam disertai dengan gelombang ombak yang cukup besar.

"Pada pukul tujuh belas tiga puluh, tim sampai di lokasi, dan berhasil menemukan target," ujar Kepala Kantor SAR Kendari, Aris Sofingi.

Beruntung kapal yang ditumpangi lima orang pemandu wisata berhasil ditemukan selamat di sekitar 3,14 NM dari lokasi awal kapal dinyatakan mengalami kebocoran. Seluruh penumpang kapal akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR dengan selamat.

"Tim segera memberikan pertolongan kepada POB lima orang, dan dievakuasi ke Pelabuhan Rakyat Malaoge," ujar Aris.

Lanjut Aris, jika kondisi cuaca sudah membaik, seluruh korban akan diantar kembali ke daerahnya di Wanci, Wakatobi.

Berikut data pemumpang kapal:

  1. Guntur/Laki

  2. Anto/Laki

  3. Azis/Laki

  4. Juliono/Laki

5.Yuli/Perempuan



Sumber