JawaPos.com – Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo yang akan melegalkan cantrang dikritik keras oleh Susi Pudjiastuti. Mantan MKP 2014-2019 itu menilai, cantrang adalah alat penangkap ikan yang tak ramah lingkungan dan mengancam keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.

Menurut Susi, pelegalan cantrang sebagai alat penangkap ikan dapat menjadi celah bagi masuknya kapal-kapal asing. “Pelegalan cantrang dan trawl ini melegalkan kapal-kapal asing untuk masuk ke Indonesia, berbendera Indonesia lagi. Maka, kita akan kembali sebelum masa November 2014,” terangnya dalam sebuah diskusi virtual, akhir pekan ini.

Apalagi United Nation (UN) menargetkan, tahun 2020 tidak ada lagi aktivitas penangkapan ikan ilegal (IUU fishing). Susi mengatakan, target ini kelihatannya cukup menenangkan.

Namun, ini sebetulnya merupakan peringatan (alert) bagi Indonesia. Sebab, akan ada ribuan kapal ilegal yang mencari ‘rumah baru’.

Meskipun ada ilmuwan yang mengklaim cantrang berbeda dari trawl, Susi yang pengalaman dengan bisnis perikanan mengatakan, keduanya sangat identik. Susi menegaskan, keduanya akan menghabisi atau mengeruk apapun yang dilewati oleh kapal.

“Walau ada yang ilmuwan yang mengatakan berbeda, cantrang itu ditarik, trawl itu diseret. Saya tidak tahu bedanya apa (ditarik dan diseret), mungkin harus buka kamus,” tanyanya heran.

Jika rencana ini direalisasikan, maka menurut Susi, masa depan laut Indonesia menjadi taruhannya. “Kalau sudah begitu, it’s finish!” ujar Susi.

Padahal, lanjutnya, ikan merupakan sumber protein yang relatif murah harganya dibandingkan daging ayam atau sapi. Susi khawatir, kebijakan melegalkan cantrang justru kontraproduktif dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber protein.

“Apalagi Covid-19 ini katanya membuat ledakan kelahiran bayi. Mau dikasih makan apa mereka? Karbo 80 persen?” tanyanya.

“Otaknya di mana nanti? IQnya (Intelligence quotient/kecerdasan intelektual) nanti berapa? Kita kan enggak mau SDM yang begitu,” lanjut Susi.

Dia berharap, para pemimpin dan pengambil kebijakan bisa memikirkan serius rencana pelegalan cantrang dan dampaknya. “120 juta lebih people need foods, bukan cuma beras, bukan hanya singkong. We need protein, yang termurah ikan, bukan ayam, bukan daging sapi. Kalau ini diambil semua, done!” pungkasnya.



Sumber