JAKARTA, iNews.id – Eksploitasi terhadap anak buah kapal (ABK) kembali terungkap. Kali ini dua ABK asal Indonesia melompat ke perairan Selat Malaka karena tak tahan disiksa saat bekerja di kapal ikan berbendera China, Liu Qing Yuan Yu 901.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah Indonesia melayangkan peringatan terhadap pemerintah China. Sebelumnya stasiun televisi Korea Selatan, MBC juga mengungkap eksploitasi terhadap sejumlah ABK warga negara Indonesia (WNI) di kapal berbendera China yang sempat singgah di Busan.

“Lagi-lagi rakyat Indonesia menjadi budak di kapal berbendera China. Hal ini menunjukkan tidak ada tindak lanjut serius setelah sebelumnya ada eksploitasi WNI di kapal ikan berbendera China, setelah meninggal dilarung ke laut,” ucapnya di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Politikus PKS itu mengatakan pemerintah harusnya lebih tegas dalam melindungi rakyatnya di mana pun berada. Dia juga menegaskan Kementerian Luar negeri (Kemlu) bersama Kementerian Ketenagakerjaan harus mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan masalah tenaga kerja Indonesia (TKI).

Menurutnya nasib TKI belum berubah dan masih dianggap sebagai budak di luar negeri. Sukamta meminta pemerintah jangan menyalahkan TKI dengan dalih statusnya ilegal.

“Jika kasusnya berulang kali terjadi berarti ada yang salah dalam kebijakan, kerja, dan pengawasan dari pemerintah,” ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama



Sumber