Bisnis.com, JAKARTA – Politikus Fahri Hamzah tengah menjadi sorotan karena memiliki bisnis lobster dan mendukung dibukanya keran ekspor benih lobster yang sempat dilarang di era Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Dalam cuitannya yang diunggah melalui akun twitternya @Fahrihamzah, dia mengaku bahwa bisnis lobster bukanlah hal yang baru baginya. Pasalnya, keluarganya telah menjalankan bisnis itu sejak lama. 

“Saya bukan orang baru karena kami orang pesisir, saya dulu menghindari terjun langsung karena menjabat, Tidak etis aja. Tapi keluarga saya juga keluarga nekayan dan petambak udang dan ikan… lobster bukan dunia baru. Saya paham peta,” cuit Fahri, Minggu (5/7/2020). 

Mengenai larangan ekspor benih lobster, Fahri mengatakan bahwa kalau ekspor benih bisa dilakukan secara terbuka, maka upaya penyelundupan akan hilang.

Dia juga menilai bahwa penolakan ekspor justru akan menguntungkan penyelundup dengan permainan terbatas dan menyogok dalam prosesnya.

“Bisnis lobster ini adalah bisnis nelayan pesisir yang hidup dari laut. Mereka ingin tangkapan mereka dibeli secara legal. Tidak seperti selama ini dibeli penyelundup. Nanti mereka dikorbankan. Padahal itu hidup mereka sehari-hari,” ujar Fahri. 

Fahri menambahkan bahwa melarang nelayan kecil menangkap lobster kecil dan membebaskan pemodal besar adalah tindakan tidak bijak. 

“Lobster itu produksi (netas) rutin. Minyak dan mineral perlu jutaan thn. Kok ga dilarang? Tambang bisnisnya orang kaya. Lobster bisnisnya nelayan miskisn. Kok rakyat dilarang? Laut itu luas, 3 kali daratan. Punah itu fiksi yg tidak adil bagi nelayan,” tulis Fahri. 

Dia juga menyatakan bahwa kebijakan pencabutan larangan ekspor disambut positif oleh rakyat. Menurut Fahri, pengusaha sekarang diwajibkan membuat budidaya sehingga negara dapat pemasukan, nelayan dan penghasilan dan pengusaha menjadi mitra.

Terakhir, dia menyatakan bahwa kebijakan yang baik harus tetap diambil. 

“Pengusaha harus didorong hidupkan sektor swasta. Negara gak kuat jika penopangnya tidak banya. Saya terima kasih disorot media, semoga jadi sebab bisa mendapat mitra dalam usaha. Namanya juga usaha, ada untung ada rugi. Itu biasa,” ujarnya.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.





Sumber