TELUK WONDAMA, iNews.id – Pelaku perjalanan di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, dipastikan bebas dari biaya rapid test. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat masih menggodok aturan main tentang rapid test berbayar dengan mengacu pada surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mengatur biaya pemeriksaan maksimal Rp150.000.

“Pelayanan rapid test masih gratis selama surat keputusan itu belum ada. Jadi tidak ada pelayanan yang berbayar dari gugus tugas,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Teluk Wondama dr Yoce Kurniawan, Minggu (12/7/2020).

Yoce mengatakan, saat ini ada beberapa fasilitas kesehatan yang mengadakan rapid test sendiri sehingga pemungutan biaya tes cepat yang diberlakukan rupakan hak mereka. Sementara pemerintah daerah dipastikan masih menggratiskan biaya rapid test bagi warga.

“Kami pastikan tidak ada rapid test yang bersumber dari gugus tugas yang berbayar,“ ujarnya.

Dia mengatakan, seiring dengan kebijakan pelonggaran transportasi, penggunaan rapid test di Wondama dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan tajam, khususnya bagi pelaku perjalanan.

Gugus tugas akan mengatur penggunaan alat tes cepat, khususnya bagi para pelaku perjalanan, mengingat stok rapid test terbatas. Pemakaiannya harus benar-benar efisien dan hanya untuk yang benar-benar diperlukan. Rapid test tidak hanya mahal, tapi juga langka lantaran dibutuhkan seluruh daerah di Indonesia.

“Jadi jangan sampai orang berangkat hari ini minta di-rapid test, tetapi ternyata batal berangkat. Mau berangkat lagi 15 hari ke depan, itu kan sia-sia rapid test. Lebih baik rapid test itu dipakai untuk orang yang bergejala, “ kata Direktur RSUD Teluk Wondama itu.

Untuk memastikan efisiensi penggunaan rapid test, pihaknya bersama Dinas Perhubungan telah menyepakati pemberlakuan kuota pemeriksaan cepat bagi pelaku perjalanan. Kuotanya setengah dari kapasitas maksimal, dari setiap moda transportasi baik kapal laut, pesawat maupun kendaraan darat.

“Jadi bila orang akan berangkat, prosedurnya meminta tiket dulu apakah itu tiket pesawat, tiket kapal, atau kepastian berangkat dengan moda transportasi lain seperti jalan darat atau jalan laut lainnya. Itu pun di masa pandemi ini kalau memang tidak perlu sekali tidak perlu berangkat karena kita masih dikelilingi oleh zona merah,“ ujar Yoce.
Editor : Maria Christina



Sumber