JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,36 persen dalam sepekan.

IHSG berada pada level 4.880,359 dibandingkan pada pekan lalu yang ditutup pada level 4.947,782. Sedangkan kapitalisasi pasar bursa turun dari Rp 5,7 triliun pada pekan lalu menjadi Rp 5,6 triliun pada pekan ini.

Meski begitu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 11,487 miliar unit saham sepanjang pekan ini, atau naik 3,39 persen dibandingkan dengan pekan lalu yang hanya 11,110 miliar unit saham.

Baca juga: Aliansi Nelayan Sumut: Melegalkan Cantrang Adalah Suatu Ancaman Besar


Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono menyebut rata-rata frekuensi transaksi harian menjadi 812.250 ribu kali transaksi, naik 1,20 persen dibandingkan pekan lalu sebesar 802.603 ribu kali transaksi.

“BEI mencatatkan kenaikan frekuensi transaksi harian tertinggi yang terjadi pada Selasa (9/6/2020) sebesar 928.565 ribu kali dalam satu hari,” kata Yulianto, Jumat (12/4/2020).

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan yakni Rp 11,1 triliun, turun  4,77 persen dibandingkan Rp 11,7 trilun pada penutupan pekan sebelumnya.

Sementara itu, investor asing pada Jumat (12/6/2020) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,2 triliun, dengan total sepanjang tahun 2020 aksi jual bersih asing tercatat sebesar Rp 9,5 triliun.

Baca juga: Punya Bisnis Mebel, Berapa Kekayaan Presiden Jokowi Saat Ini?

Pada awal pekan, BEI mencatatkan 2 obligasi, yang pertama adalah PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Hartadinata Abadi Tahap II Tahun 2020, yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp 400 miliar.

Selanjutnya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2020. Obligasi tersebut dicatatkan dalam 3 Seri, antara lain Seri A Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp 495,5 miliar, seri B Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp 883,4 dan Seri C Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp 12, miliar.

Pada Kamis (11/6/2020) Reksa Dana Indeks atau Exchange-Traded Fund (ETF) ke-6 di BEI pada tahun 2020 resmi tercatat, yaitu Reksa Dana Indeks Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index dengan kode ETF XILV, yang berbasis pada indeks. Reksa Dana Indeks ini merupakan hasil kolaborasi dengan FTSE Russell (Financial Times Stock Exchange) sebagai penyedia benchmark, analitik dan solusi data.

Baca juga: Telur Infertil Layak Konsumsi, Tapi Cepat Membusuk



Sumber