TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan lolosnya perusahaan yang terafiliasi dengan kader Gerindra di bisnis ekspor benih lobster sesuatu yang wajar. Ia hakul yakin tidak ada perlakuan istimewa meski Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat oleh kadernya, Edhy Prabowo.

“Ini kan, bisnis murni. Dari sekian puluh itu, pengajuan itu, wajar saja ditindaklanjuti asal sesuai prosedur yang berlaku,” kata Sufmi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

Laporan utama Majalah Tempo edisi 6 Juli 2020 mengungkap dari 30 perusahaan pemegang lisensi eksport benih lobster yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan setidaknya ada empat yang dimiliki oleh pengurus Gerindra. PT Royal Samudera Nusantara, misalnya, jabatan komisaris utama diduduki oleh Ahmad Bahtiar Sebayang. Bahtiar merupakan Kepala Departemen Koordinasi dan Pembinaan Organisasi Sayap Gerindra.

Ada juga PT Agro Industri Nasional yang sahamnya dikantongi Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan yang dibina Kementerian Pertahanan. Direksi dan komisarisnya didominasi kader Gerindra seperti Rauf Purnama, Dirgayuza Setiawan, Simon Aloysius Mantiri, Sugiono, dan Sudaryono.

Selain itu, ada PT Bima Sakti Mutiara yang komisarisnya adalah adik dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Hasjim Djojohadikusumo.

Lalu perusahaan yang ikut dalam ekspor benih lobster ialah PT Maradeka Karya Semesta yang dimiliki oleh Iwan Darmawan Aras. Iwan adalah anggota DPR dari Partai Gerindra dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Infrastruktur DPR RI

AHMAD FAIZ





Sumber