“Jadi bingung, kok bisa begini. Dari pemerintah pusat kok melegalkan nelayan cantrang di 11,7 mil itu masih nampak Pulau Sugi (Karimun). Sekarang gimana nasib nelayan di tradisional? kok mementingkan nelayan perusahaan dibanding nelayan Natuna,” katanya kepada kumparan, Selasa (14/7).



Sumber