Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau menangkap terduga penganiaya anak buah kapal (ABK) WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, Song Chuanyun (50).

Dia ditangkap pada 10 Juni 2020, di atas kapal yang bersandar di Batam. “Tersangka merupakan Supervisor Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, Shandong Sheng Chang Shan Xian Jin Lin Zhen An Le Zhuang Cun 578 Hao,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau Kombes Arie Darmanto dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).

Dibeberkan Arie, pelaku diduga melakukan penganiayaan pada ABK sejak bulan Januari hingga Juli 2020. Arie menambahkan, hingga kini pelaku masih diperiksa lebih lanjut.

Dalam penangkapan tersebut, disita sepasang sepatu safety berwarna hitam dengan bercak cat, sebuah kunci pas, sebuah tongkat kayu, dan sebuah bandul pancing yang terbuat dari besi sebagai barang bukti.

“Pelaku melanggar sebagaimana dimaksud Undang-Undang 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan  rumusan Pasal 351 ayat 3 subsider ayat 2, lebih subsider ayat 1 KUHP,” ucap Arie.

Sebelumnya diberitakan, dua kapal ikan berbendera China, yakni Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan Kapal Lu Huang Yuan Yu 117, ditangkap oleh tim gabungan TNI-Polri dari Lantamal IV Tanjungpinang serta Polda Kepulauan Riau.

Penangkapan terhadap dua kapal asing tersebut, dilakukan di perairan perbatasan Indonesia dengan Singapura. Penangkapan dilakukan, terkait informasi adanya anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang diduga tewas akibat dianiaya.

Di dalam Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, ditemukan jasad korban yang tersimpan di dalam ruangan pendingin atau freezer. Jasad korban diketahui bernama Hasan Afriadi, warga Lampung, masih dalam keadaan utuh dan mengenakan pakain serta ditutupi selimut.





Sumber