Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana untuk menarik investasi masuk ke daerah Badan Kerja Sama Utara-Utara (BKSU). Investasi yang dimaksud khusus di bidang perikanan budidaya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengapresiasi terbentuknya BKSU ini. Menurutnya, hal ini bentuk komitmen daerah mendorong perikanan budidaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

“BKSU menjadi langkah nyata inisiatif daerah untuk mendorong ekonomi dari sub sektor perikanan budidaya,”kata Edhy dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Langkah ini perlu menjadi rujukan bagi kepala daerah yang memiliki potensi yang sama. KKP siap memfasilitasi agar tujuan yang diharapkan bisa tercapai.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku anggaran KKP sebelumnya dipotong Rp 1,84 triliun. Namun beberapa waktu lalu pihaknya sepakat untuk memberikan lagi sebesar Rp 1 triliun. Dia ingin dalam satu tahun ini hasilnya sudah terlihat dan terasa manfaatnya.

“Ini yang akan kita gunakan khususnya untuk memperkuat perikanan budidaya, perikanan tangkap dan pengawasan,” kata Edhy.

Pemerintah juga akan membantu menarik investasi masuk di BKSU demi mempercepat pengembangannya. Sebab, jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah tentu tidak akan pernah cukup.

Edhy menilai perlu adanya investasi yang masuk agar berjalan maksimal. Beberapa negara seperti China, Jepang, Portugal, Polandia dan negara lain kata Edhy sangat tertarik untuk investasi perikanan budidaya di Indonesia.

Untuk itu dia menginginkan BKSU yang ada saat ini bisa berjalan terlebih dahulu. Sehingga saat nanti investor datang menenamkan modalnya, BKSU sudah siap.

“Saya minta BKSU ini mulai dulu, jadi nanti saat investor masuk kita sudah siap dan tinggal jalan”, kata Menteri KKP.

 



Sumber