JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa dua saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto (HSO) yang diduga sebagai penyuap dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011-2016. Kedua saksi tersebut yakni swasta, Jap Anastasia dan nelayan, Agus Hariyanto.

“Kedua saksi akan diperiksa untuk tersangka HSO,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Jumat (12/6).

Selain Hiendra, dalam kasus ini, KPK turut menetapkan mantan Sekretaris MA, Nurhadi (NHD) bersama menantu Nurhadi (NH) yakni Rezky Herbiyono (RHE) dan telah ditahan KPK, pada Selasa (2/6). Sedangkan, Hiendra hingga saat ini masih berstatus buron.

Nurhadi dan menantunya diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengurusan perkara perdata PT MIT versus PT KBN (Persero) kurang lebih sebesar 14 miliar rupiah, perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar 33,1 miliar rupiah, dan gratifikasi terkait dengan perkara di pengadilan kurang lebih 12, 9 miliar rupiah, sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar 46 miliar rupiah. 

Nurhadi, Rezky, dan Hiendra disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. ola/N-3



Sumber