JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan mantan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Risyanto Suanda ke Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Eksekusi ini dilakukan setelah putusan empat tahun dan enam bulan penjara kepada Risyanto berkekuatan hukum tetap.

“Jaksa Ekseskusi KPK Rusdi Amin telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 08/Pid.Sus/TPK/2020/ PN. Jkt. Pst tanggal 17 Juni 2020 atas nama terdakwa Risyanto Suanda yang telah berkekuatan hukum tetap dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Sukamiskin,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Dengan demikian, Risyanto akan mulai menjalani masa pidananya sebagaimana putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta.

“Terpidana akan menjalani pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan dikurangi selama berada dalam tahanan,” ujar Ali.

Risyanto telah diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi karena menerima suap senilai USD 30 ribu dari Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa, dimana terpidana menyetujui Mujib memanfaatkan persetujuan impor hasil perikanan milik Perum Perindo.

Adapun pidana tambahan yakni kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp1.244.799.300,00 selambat-lambatnya harus dibayarkan satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Pidana tambahan ini memperhitungkan uang yang telah disetorkan ke rekening KPK yaitu Rp200 juta dan hasil pelelangan sejumlah barang milik Risyanto yang telah disita KPK.

“Jika dalam waktu tersebut Terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal Terdakwa (saat itu Terpidana) tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama 1 tahun,” tandas Ali.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Sumber