<img src='https://obs.line-scdn.net/0hPvPeMdVJD1ltHCYySM1wDldKDDZecBxaCSpeRz1yUW0XLRoMWHNHN05PWG0Xf0gHAyhJO0AZFGgSKUEKBnxH' alt='Masih Penyidikan, ABK Korban Kekerasan China asal Lampung Belum Bisa Dipulangkan’ />
figure_image
{"alt":"","caption":"Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, saat diwawancarai Lampung Geh di ruangan kerjanya, Senin (13/7) | Foto: Obbie Fernando/Lampung Geh","hash":"0hPvPeMdVJD1ltHCYySM1wDldKDDZecBxaCSpeRz1yUW0XLRoMWHNHN05PWG0Xf0gHAyhJO0AZFGgSKUEKBnxH","quality":0,"style":0}

Lampung Geh, Bandar Lampung– Anak Buah Kapal (ABK) asal Lampung yang dikabarkan menjadi korban penyiksaan hingga meninggal dunia di kapal ikan Lu Huang Yuan Yu-118 berbendera China belum dapat dipulangkan.

ABK tersebut bernama Hasan Afriadi yang diketahui merupakan warga Sukamaju, Desa Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Lampung mengenai ABK tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BP2MI yaitu Bapak Salabi dan juga Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung dalam hal ini," ungkapnya saat diwawancarai Lampung Geh, Senin (13/7).

Pandra –sapaan akrabnya– menjelaskan, saat ini Polda Kepulauan Riau (Kepri) masih melakukan penyidikan terkait kekerasan terhadap ABK asal Lampung tersebut.

"Karena memang lokasi dari pada yurisdiksi penanganan perkara di wilayah Kepri tentu kami menunggu bagaimana proses penyidikan yang ada di sana," jelasnya.

Pihaknya pun sudah mendapat kepastian jika Hasan benar merupakan warga Lampung yang berkerja sebagai ABK di kapal ikan berbendera China.

"Memang betul korban H (Hasan) ini adalah warga dari wilayah Pesisir Barat, perkembangan lanjut bagaimana nanti korban ini apabila sudah boleh dikembalikan untuk dimakankan pihak keluarga," tutur dia.

Disinggung apakah jenazah korban sudah dapat dipulangkan ke daerah asalnya, Pandra menyebutkan belum bisa.

"Belum, saat ini kita berkoordinasi antara Polda Lampung dan Polda Kepri. Karena saat jenazah masih di Rumah Sakit Bhayangkara di Batam, Kepri," kata Pandra.

Berdasarkan informasi yang ia dapat, Polda Kepri sudah berhasil mengamankan beberapa tersangka atas kasus kekerasan terhadap ABK.

"Tersangka pun, kami dapat informasi sudah ditangkap. Itu yang pelaut dari China," ucapnya.

Ditanya lebih lanjut terkait agensi yang menyalurkan korban apakah juga sudah ditangkap, Pandra tak berkomentar banyak.

"Belum, jadi semuanya bukan kami. Polda Lampung sifatnya bagaimana memfasilitasi terhadap kedatangan korban atau jenazah yang saat ini berada di Kepri," jelas dia.

Dirinya pun mengharapkan pada saat pemulangan jenazah korban, Polda Lampung dapat memberikan bantuan yang maksimal.

"Kita harapkan kita bisa berikan bantuan semaksimal mungkin, sehingga jenazah akan sampai kepada pihak keluarga dengan tidak ada halangan apapun," pungkasnya.(*)



Sumber