Pemerintah China meminta Indonesia mengambil tindakan konkret soal   tewasnya anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia di dalam kapal berbendera China.

“China memberikan perhatian soal ini. China meminta pihak Indonesia mengambil tindakan konkret dan efektif untuk melindungi hak dan kepentingan kapal nelayan China dan anggota kru serta agar masalah ini bisa tertangani secara tepat dan cepat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian di Beijing, Jumat 10 Juli, seperti dikutip dari Antara, hari Minggu kemarin. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan update terkait kasus perbudakan dan pelarungan yang dialami ABK WNI di kapal ikan dari China. Pada proses investigasi ini, Indonesia meminta agar warga China hadir sebagai saksi.

“Hal tersebut telah disampaikan melalui Kedutaan Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta. Dan kita akan selalu secara konsisten menegakan keadilan bagi para ABK WNI yang telah menjadi korban,” ujar Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual pekan lalu. 

Kasus eksploitasi ABK terjadi di kapal Long Xin 629, Long Xin 605, Long Xin 606, dan Kapal Tian Yu 8. Pelarungan terjadi di Kapal Long Xin 629.

Pihak Kemlu juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan akta kematian bagi ABK yang meninggal dunia. Akta tersebut dibutuhkan sebagai prasyarat asuransi.

Dugaan eksploitasi juga terjadi di kapal lain milik perusahaan China, yaitu Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117.

Seorang WNI meningga di kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan jenazahnya sedang diotopsi. Ada pula dugaan kekerasan di Lu Huang Yuan Yu 117.

“Situasi lain adalah dugaan tindakan kekerasan di Lu Huan Yuan Yu 117 dan dugaan kemungkinan terjadinya eksploitasi atas ABK WNI di kedua kapal ikan tersebut,” kata Menlu Retno.

“Jadi ini sekarang sedang dalam proses, nanti tentunya kita akan update secara periodik,” imbuhnya.



Sumber