Kredit macet proyek pembangunan jaringan pipa distribusi avtur dari TBBM Makassar ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin milik PT Pertamina dikabarkan dijual ke sebuah perusahaan sirup di Makassar.

Kontrak pekerjaan proyek ratusan miliar milik PT Pertamina tersebut awalnya dijaminkan ke tiga bank untuk mendapatkan kredit. Satu di antaranya ke bank pelat merah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Idil mengaku hasil penyelidikan sementara ditemukan adanya pencairan kredit dari tiga bank yakni Bank Mandiri, BCA, dan Permata dengan menjaminkan kontrak pekerjaan proyek jaringan distribusi pipa avtur dari TBBM Makassar ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang bernilai Rp155 miliar tersebut.

“Terkait kredit macet dari kegiatan itu kemudian dikabarkan dijual ke perusahaan sirup, itu sedang dalam proses penyelidikan mendalam hingga saat ini,” ujar Idil saat ditemui di ruangan kerjanya.

Selama penyelidikan berlangsung, kata dia, tim telah memeriksa sejumlah pihak PT Pertamina dan rencananya turut mengangendakan pemanggilan kepada pihak bank yang memberikan kredit.

“Jika nantinya ditemukan ada unsur dugaan korupsinya, tentu kita akan proses lebih lanjut,” tegas Idil.

Sebelumnya pihak Pertamina menggemborkan jika pekerjaan proyek pembangunan jaringan pipa distribusi avtur yang menelan anggaran Rp155 miliar itu telah rampung sekitar 80 persen. Meski belakangan diketahui pengerjaan proyek tersebut mangkrak dan hingga saat ini belum dapat difungsikan.

Kepala Regional CEO Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri (Persero Tbk), Angga Erlangga Hanafie saat dikonfirmasi mengatakan dirinya belum mengetahui masalah yang dimaksud.

Sorry banget aku belum ada info tentang hal tersebut,” singkat Angga via pesan singkat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Firdaus Dewilmar mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus mendalami adanya aroma korupsi pada proyek pembangunan jaringan pipa distrubusi avtur milik PT Pertamina yang telah menelan anggaran ratusan miliar tersebut.

“Semuanya kita akan telusuri. Penyelidikan masih berjalan,” ucap Firdaus saat ditemui di Kantor Kejati Sulsel.

Mengenai kabar penjualan kredit macet proyek jaringan pipa distribusi avtur yang dimaksud oleh tiga Bank diantaranya Bank Mandiri, mantan Kajati Gorontalo itu tak mengatakan pihaknya sementara pendalaman.

“Pokoknya semua akan didalami mau kabar kredit macetnya yang dijual hingga keberadaan pagu anggarannya kemana. Tim dalami semuanya,” ucap Firdaus.

Manager Comunication PT Pertamina, Hatim Ilwan sempat membantah bila proyek tersebut dikabarkan mangkrak. Menurutnya, pengerjaan proyek yang dimaksud sudah terlaksana 80%.

Adapun kegiatan pembongkaran pipa jaringan yang ditanam di bawah tanah area Bandara, kata dia, itu dilakukan mengondisikan adanya pembangunan perluasan Bandara oleh PT Angkasa Pura.

“Jadi dibongkarnya bukan karena kesalahan spek,” singkat Hatim.

 



Sumber