Tahun ini, 11 program studi Unissula berhasil meraih akreditasi internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sebanyak 1.709 mahasiswa lulusan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, mengikuti acara wisuda yang pelaksanaannya dilakukan secara daring, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Mereka merupakan para wisudawan Unissula periode ke-79 tahun 2020 yang prosesi wisudanya menjadi sangat spesial. Karena baru pertama kalinya digelar wisuda secara daring sepanjang berdirinya kampus ini.

Rektor Unissula, Bedjo Santoso mengatakan, wisuda secara daring telah dilaksanakan akhir pekan kemarin. Kampus Unissula menyelenggarakan wisuda secara daring karena situasi pandemi.

Sehingga sangat kampus tidak memungkinkan untuk menggelar acara wisuda para lulusan secara tatap muka, dengan jumlah peserta yang cukup besar. “Maka wisuda daring menjadi pilihan guna mematuhi protokol kesehatan dan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya, Ahad (5/7).

Rektor juga menyampaikan, hingga wisuda ke-79 tahun 2020 tersebut, Unissula telah meluluskan 46.391 alumni yang umumnya sudah berkarya dan berkontribusi positif guna ikut berpartisipasi memajukan Indonesia.

Berbagai prestasi akademik, lanjutnya, juga telah banyak ditorehkan, baik oleh para mahasiswa maupun para dosen, perguruan tinggi Islam di bawah Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tersebut, meski di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Prestasi tersebut antara lain berhasil meraih akreditasi institusi A dari BAN PT. Tahun ini sebanyak 11 program studi Unissula juga berhasil meraih akreditasi internasional dengan predikat unggul.

Unissula pun terus menorehkan prestasi gemilang di berbagai level. “Selama periode 2019- 2020 tercatat Unissula meraih 12 prestasi tingkat regional, 25 prestasi tingkat nasional, dan delapan prestasi tingkat internasional,” tegasnya.

Selain fokus di bidang akademik, masih jelas Bejo, Unissula juga berupaya semaksimal mungkin  ikut serta mengatasi berbagai problem aktual yang saat ini tengah dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Salah satunya aksi nyata di era pandemi Covid-19. Unissula membentuk Tim Task Force pencegahan Covid-19, dan telah berhasil membuat berbagai program dalam membantu pemerintah mengatasi pandemi tersebut.

Antara lain mengumpulkan dan menyalurkan bantuan logistik, memproduksi, dan menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke tujuh rumah sakit rujukan dan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.

Selain logistik, mahasiswa dan dosen Unissula juga aktif mengkampanyekan pencegahan dan penangulangan Covid melalui berbagai sosial media. “Dukungan Unissula telah dirasakan manfaatnya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan pandemi,”  ujar rektor.



Sumber