Kesehatan, ekonomi dan pariwisata akan mendapatkan perhatian khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan bidang kesehatan, ekonomi dan pariwisata akan mendapatkan perhatian khusus pada awal-awal penerapan era normal baru di wilayahnya. “Tiga bidang ini akan menjadi perhatian untuk mendorong percepatan pemulihan kondisi daerah pada era normal baru,” katanya di Padang, Sabtu (13/6).

Ia mengatakan sejak awal wabah menyerang, semua pihak telah bekerja keras untuk memutus mata rantai Covid-19, terutama yang bekerja di bidang kesehatan. Sekarang, menyebaran virus itu di Sumbar sudah melandai bahkan ada beberapa daerah yang telah berhenti.

Hanya Kota Padang pada klaster Pasar Raya yang masih menyumbang penyebaran kasus. Namun, itupun sudah banyak berkurang pada beberapa hari terakhir.

Kata gubernur, agar penyebaran tidak lagi meningkat, bidang kesehatan harus diperkuat sehingga bisa merespon dengan cepat jika terjadi kasus-kasus baru. Apalagi dengan penerapan era baru sektor-sektor ekonomi seperti mal dan pasar mulai di buka kembali.

Sementara untuk bidang ekonomi bisa berkaca pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang tertinggi adalah di bidang pertanian sekitar 24 persen. Pertanian itu mencakup pertanian, perikanan, kehutanan.

“Angka ini cocok dengan jumlah tenaga kerja yang ada di Sumbar yaitu di bidang pertanian hampir 52 persen,” ujar Irwan.

Efek Covid-19 untuk bidang pertanian ini tidak separah pada bidang lain. Produksi tetap jalan, hasilnya tetap masuk pasar dan dibeli orang. 

Namun karena cakupannya sangat luas, lebih dari setengah tenaga kerja di Sumbar, maka harus mendapatkan perhatian lebih, meski mekanismenya masih dalam pembahasan.

Selanjutnya bidang pariwisata. Sejumlah stimulus juga sedang dibahas untuk sektor ini. Untuk sementara bentuk stimulus yang diberikan adalah tes swab gratis bagi pelaku usaha pariwisata dan wisatawan yang masuk lewat pintu udara.

Dengan demikian, sektor itu bisa kembali bergairah menjadi salah satu lokomotif perekonomian daerah, namun tetap aman dari COVID-19. Sementara itu untuk bantuan sosial, Irwan mengatakan sudah sekitar 83 persen KK di provinsi itu sudah terjamah. Khusus BLT dari APBD Sumbar, tahap II sebesar Rp600 ribu per KK untuk bulan Juni akan dicairkan dalam minggu depan.

“Mudah-mudahan hari senin depan sudah bisa dicairkan,” ujarnya.

sumber : Antara



Sumber