Liputan6.com, Jakarta – Tiga warga negara Indonesia (WNI) diculik bajak laut di perairan Gabon sejak 3 Mei 2020. Namun kini ketiganya telah bebas melalui operasi senyap yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Abuja, Nigeria, KBRI Paris, dan Konsulat Kehormatan RI di Gabon.

Operasi pembebasan ketiga WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Amerger Gabon itu dipimpin langsung Duta Besar Indonesia untuk Nigeria, Marsda TNI (Purn) Usra Hendra Harahap.

Ketiga WNI tersebut diculik bersama satu warga negara Korea Selatan dan dua warga negara Senegal oleh 13 perompak saat mencari ikan di perairan Santa Clara, Libreville, Republik Gabon. Mereka kemudian dibawa ke dataran Nigeria sebagai alat tukar guling untuk meminta tebusan.

“Sejak diterimanya kabar penculikan itu, pemerintah berkomunikasi intensif dengan pemerintah Nigeria serta Gabon untuk melakukan operasi pembebasan agar jangan sampai timbul korban jiwa dari warga negara yang diculik. Komunikasi juga dilakukan dengan Kedubes Korsel agar perusahaan Kapal Amerger Gabon bisa melakukan negosiasi sebagai bentuk tanggung jawabnya,” ungkap pihak KBRI Abuja dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6/2020).

Para perompak akhirnya sepakat membebaskan para ABK di daerah Cross River yang masuk Delta Niger, salah satu negara bagian Nigeria, setelah melalui negosiasi yang alot. Ketiganya kemudian dibawa ke Port Harcourt.

Tiga WNI itu dijemput langung Dubes Usra Hendra Harahap; Atase Pertahanan RI Abuja, Kolonel Arh Bangun Manahan Tanjung; dan Staf KBRI Abuja Pelaksana Fungsi Perlindungan WNI/BHI, Yohanis Kambuaya. Mereka dibawa menggunakan pesawat khusus.

“Hari ini mereka sudah berada di Wisma Duta KBRI di Abuja untuk ditampung sementara sambil menunggu waktu pulang ke Tanah Air karena penerbangan terdampak pandemi COVID-19,” tulis KBRI Abuja.

 



Sumber