Vatikan: Paus Fransiskus mengungkapkan kesedihannya atas keputusan Turki untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Hal itu diutarakannya ketika memberikan doa kepada para pelalu pada Minggu 12 Juli.
 
Baca: Turki Ubah Museum Hagia Sophia Menjadi Masjid.
 
Pada hari Minggu kedua di bulan Juli, Hari Laut Internasional dirayakan. Mengenang perayaan di Sunday Angelus, Paus Fransiskus menyampaikan “salam kasih sayang kepada semua orang yang bekerja di laut, terutama mereka yang jauh dari orang yang mereka cintai dan negara mereka.”





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dia juga memiliki ucapan khusus untuk mereka yang berkumpul pada Minggu pagi di pelabuhan Italia Civitavecchia-Tarquinia untuk perayaan Ekaristi.
 
Tinggal di laut, Paus mengatakan itu membuatnya berpikir tentang apa yang terjadi di Istanbul.
 
Minggu ini Presiden Tayyip Erdogan mengumumkan keputusannya untuk mengubah museum Hagia Sophia kembali menjadi masjid.
 
“Saya memikirkan Hagia Sophia dan saya sangat sedih,” ujar Paus Fransiskus, tanpa menyebut langsung Erdogan, seperti dikutip Vatican News, Senin, 13 Juli 2020.
 
Keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an untuk menandatangani dekrit 10 Juli yang mengubah bangunan abad keenam menjadi tempat ibadah Islam, disambut beragam.
 
Dekrit presiden ditandatangani beberapa jam setelah putusan pengadilan Jumat, yang menyatakan melanggar hukum dekrit pemerintah berusia 80 tahun yang mengubah bangunan dari masjid menjadi museum.
 
Komentar Paus mengikuti publikasi artikel di media Kristen Ortodoks yang menanyakan mengapa Vatikan tidak mengomentari keputusan tersebut.
 
Baca: Gereja Ortodoks Bandingkan Hagia Sophia dengan Basilika Santo Petrus.
 
Patriark Ekumenis Bartholomew dari Konstantinopel, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks Timur, mengatakan bahwa status bangunan sebelumnya sebagai museum menjadikannya “tempat pertemuan, dialog, solidaritas dan saling pengertian yang simbolis antara umat Kristen dan Islam.”
 
Bartholomew mengatakan bahwa Hagia Sophia, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, adalah milik “tidak hanya milik mereka yang memilikinya saat ini, tetapi juga untuk semua umat manusia.”
 

(FJR)



Sumber