Liputan6.com, Jakarta Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra menyampaikan, pelaku penganiayaan anggota Polres Sumbawa hingga tewas, dinyatakan meninggal dunia hari ini di rumah sakit. Pria berinisial SH alias Bim itu sebelumnya melakukan perlawanan saat proses penangkapan, sehingga diberikan tindakan tegas oleh polisi.

“Tersangka menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 03.30 Wita atau dini hari tadi di RSUD Sumbawa, saat sedang mendapat perawatan intensif,” tutur Widy dalam keterangannya, Senin (13/7/2020).

Widy menyebut, penangkapan SH dilakukan oleh tim gabungan Polres Sumbawa yang dibantu Tim Puma Polda NTB. Saat itu, tersangka bermaksud menyeberang ke luar Pulau Sumbawa melalui Labuan Alas.

“Karena Covid-19, lalu lintas perahu nelayan yang biasa melaut terlihat sepi. Ketika mendapat informasi, tim gabungan bergerak ke TKP mengepung tersangka,” jelas dia.

Tersangka kemudian melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam untuk berusaha kabur dari kepungan petugas. Sebab itu, petugas melepaskan tembakan.

“Satu kali tak juga mampu melumpuhkan tersangka. Setelah dihadiahi beberapa kali tembakan, tersangka ambruk,” Widy menandaskan.

Berdasarkan catatan kepolisian, SH merupakan residivis tindak kriminal dan beberapa kali ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.

Sebelumnya, polisi menangkap pelaku penganiayaan terhadap anggota Polres Sumbawa, Ipda Uji Siswanto yang terjadi pada Kamis 9 Juli 2020 malam di Desa Tengah Kecamatan Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra menyampaikan, tersangka berinsial SH alias Bim diringkus pukul 07.30 Wita, Minggu pagi kemarin.

“Tersangka Bim hendak menyeberang tadi subuh ke Pulau Lombok lewat Labuhan Alas. Tersangka bersembunyi di Dusun Bangsal Labuhan Alas, Kecamatan Utan,” tutur Widy dalam keterangannya, Minggu (12/7/2020).

Menurut Widy, tersangka sempat beberapa kali berpindah tempat saat pengejaran. Empat saksi dimintai keterangan atas kasus tersebut.

“Saat dilakukan penangkapan, tersangka membawa senjata tajam untuk melakukan perlawanan. Polisi terpaksa melakukan tindakan terukur dengan melepas tembakan melumpuhkan,” jelas dia.

Widy mengatakan, tersangka merupakan residivis tindak pidana pencurian dengan rekam jejak kasus pencurian toko emas di Alas pada 2015, perampokan gaji guru di KSB tahun 2007, dan penganiayaan Kades Utan Tengah di 2016.

 



Sumber