Makassar: PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer dengan volume 18 ton serabut kelapa (coco fiber) dari Kendari New Port (KNP) di Sulawesi Tenggara ke Weifang, Tiongkok.
 
“Ekspor perdana itu sudah dilakukan dalam pekan ini dalam era normal baru dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi di Makassar, dikutip dari Antara, Senin, 13 Juli 2020.
 
Dia mengatakan kegiatan ekspor perdana di era kenormalan baru itu berjalan dengan baik dan secara keseluruhan kegiatan operasional di Pelindo IV tetap berlangsung meski di tengah pandemi covid-19.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, sejak resmi beroperasi pada akhir Maret 2019, KNP sudah siap melayani kegiatan ekspor. Karena itu, dia berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk selalu memacu dan merangsang para pengusaha lokal agar secara berkesinambungan melakukan ekspor komoditas dari wilayah paling tenggara di Pulau Sulawesi ini.
 
Adapun komoditas yang diekspor secara bertahap yakni sebanyak 24 ton serabut kelapa dengan nilai sekitar Rp54 juta per kontainer. Di Negeri Tirai Bambu, serabut kelapa ini nantinya akan dijadikan bahan baku pembuatan jok mobil, spring bed dan lain sebagainya.
 
Sultra memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun potensi tersebut harus dikelola dengan baik dan maksimal. Pemda setempat menargetkan produksi serabut kelapa nantinya bisa mencapai tiga juta ton per bulan.
 
Hal itu untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Karena itu pimpinan daerah di 17 kabupaten dan kota di Sultra didorong untuk menggali potensi daerahnya masing-masing.
 
Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayatno Ginting pada keterangan terpisah mengimbuhkan, selain Cocoa Butter, wilayah Sultra juga memiliki beberapa komoditas yang dapat dijadikan komoditas unggulan, misalnya kopra, kakao, beras, jambu mete, cengkeh, jagung, lada, kemiri dan sarang burung walet.
 
Hanya saja, komoditas itu saat ini masih lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, hanya jambu mete yang diekspor ke negara Eropa dan Asia. 

(SAW)



Sumber