ILUSTRASI. Pulau Dokdo atau oleh Jepang disebut sebagai Pulau Takeshima yang sampai saat ini kepemilikannya masih diperebutkan Korea Selatan dan Jepang.

Reporter: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID – SEOUL. Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Luar Negeri mengundang diplomat senior Jepang pada hari Selasa (14/7), berkaitan dengan klaim Jepang atas Pulau Dokdo yang tercantum pada buku putih pertahanan terbaru Jepang.

Melansir Yonhap, Direktur Jenderal untuk Urusan Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Korsel memanggil Hirohisa Soma, seorang pejabat senior dari Kedutaan Besar Jepang di Seoul.

Pihak Korea Selatan menuntut Jepang untuk menarik kembali klaim wilayah atas Pulau Dokdo yang dicantumkan pada buku putih mereka.

Hari ini juga, Soma terlihat memasuki gedung pelayanan Kementerian Luar Negeri Korsel di Seoul sekitar pukul 11 pagi waktu setempat seperti dilaporkan oleh Yonhap.

Baca Juga: Bandel, kapal China lagi-lagi langgar batas teritori Jepang

Jepang baru saja merilis buku putih pertahanan terbaru hari ini. Di dalamnya tercantum peta wilayah Pulau Dokdo yang disebut sebagai masalah yang belum terselesaikan. Kepulauan Kuril yang disengketakan dengan Rusia juga masuk dalam buku putih ini.

Pulau Dokdo

Pemerintah di Tokyo selalu mengklaim Pulau Dokdo, yang di Jepang disebut sebagai Takeshima, setiap tahun di dalam buku putih pertahanan maupun buku biru diplomatik sejak tahun 2005. Hal ini jelas selalu membuat Korea Selatan tersinggung.

Korea Selatan menolak klaim tersebut karena sejak mereka memperoleh kembali kemerdekaan dari Jepang, mereka juga berdaulat atas semua wilayahnya, termasuk Pulau Dokdo dan banyak pulau lain di sekitar semenanjung Korea.

Sejak tahun 1954, pemerintah Korea Selatan juga sudah menempatkan detasemen polisi kecil di Pulau Dokdo demi menjaga kedaulatan mereka atas pulau tersebut. 

Baca Juga: Jepang dan China saling klaim Kepulauan Senkaku, Laut China Timur memanas

 

 






Sumber