<img src='https://obs.line-scdn.net/0h5h7st1pKakcKCkMYzYsVEDBcaSg5ZnlEbjw7WVpkNHNwOCRDZjkiKSleN3AkaS0ZZDsmJC4CcXZ1PChGNj4i' alt='Pencarian Hari ke-5, Nelayan yang Jatuh dari Kapal di Bombana Belum Ditemukan’ />
figure_image
{"alt":"","caption":"Tim SAR bersama anggota Babinsa TNI bersama melakukan pencarian nelayan hilang yang terjatuh dari Bagang. Foto: Dok Basarnas Kendari.","hash":"0h5h7st1pKakcKCkMYzYsVEDBcaSg5ZnlEbjw7WVpkNHNwOCRDZjkiKSleN3AkaS0ZZDsmJC4CcXZ1PChGNj4i","quality":0,"style":0}

Tim SAR bersama masyarakat di Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih terus melakukan pencarian terhadap satu warga yang jatu di bagang ikan pada Rabu (12/8) lalu.

Memasuki hari ke empat, proses pencarian terhadap korban bernama Muhammadong, (35) belum membuahkan hasil.

"Pencarian masih terus kita lakukan dengan menyusuri area korban terjatuh. Memang sampai sekarang hasilnya masih nihil. Tapi semoga hari ini membuahkan hasil," ujar Humas Kantor SAR Kendari, Wahyudi pada Minggu (16/8).

Pencarian hari ke-5 tim SAR membagi jadi tiga sektor dengan wilayah pencarian meliputi area selatan Lokasi Kecelakaan Kapal (LKK), selatan LKK sampai ke pulau kondo dan selatan LKK sampai ke Raka II poleang.

"Pencarian sudah mencapai 20 NM persegi," singkat Wahyudi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban bersama 6 rekannya melaut di bagang apung 02 di Perairan Timbala, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana pada 12 Agustus dini hari.

Saat itu, Muhammadong tiba-tiba terjatuh akibat terlilit tali bagang. Rekan-rekannya saat itu berupaya memberi pertololongan namun karena kondisi yang gelap sehingga upaya itu tidak berhasil.

Unsur yg terlibat dalam pencarian, Rescuer Pos SAR Kolaka, Polsek Raka II Bombana, Babinsa Timbala, SAR USN Kolaka, nelayan Timbala, keluarga korban.



Sumber