TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah berupaya mengoptimalkan sektor perikanan budidaya sebagai penggerak ekonomi nasional. Pasalnya, saat ini sektor ini baru memberikan sumbangsih 40 persen. bagi perekonomian nasional.

Menyitir Data Badan Pusat Statistik, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Safri Burhanuddin menyebutkan potensi perikanan budidaya Indonesia kurang lebih Rp 3.000 triliun per tahun, kalau dimanfaatkan. Apalagi, menurutnya, Indonesia memiliki potensi lahan perikanan budidaya yang cukup luas. Namun hingga kini lahan budidaya tersebut belum dimanfaatkan oleh masyarakat.

Meski demikian, Safri optimistis melihat masa depan sektor perikanan budidaya. “Potensi perikanan budidaya 16 kali lipat daripada perikanan tangkap. Tapi ini belum normal, karena kita punya hamparan laut, tempat-tempat budidaya yang bagus belum dioptimalkan,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu malam, 10 Juni 2020.

Saat ini, tutur dia, potensi lahan budidaya di daratan adalah sekitar 2 juta hektare. Sementara, potensi lahan budidaya di laut lebih besar. Kalau berdasarkan rencana zonasi di berbagai provinsi, sekitar 2,6 juta hektare. “Dari total itu yang termanfaatkan baru 7,6 persen, masih kecil,” kata Safri. “Kendala di masyarakat salah satunya kultur belum ada kemauan, jadi meski di depan rumah kita ada lahan yang bisa dimanfaatkan, kalau belum mau ya lahannya tetap terbengkalai.”

Selain persoalan kultur, banyaknya regulasi di tingkat kementerian dan pemerintah daerah menjadikan masyarakat enggan menekuni sektor perikanan budidaya. Ia mengatakan salah satu keluhan dari masyarakat adalah soal banyaknya regulasi. Pemerintah di sini tugasnya menyederhanakan regulasi.

Contohnya, untuk membudidaya udang saja, ujar Safri, ada 21 ijin yang harus diurus. “Gimana orang mau budidaya kalau lihat regulasinya panjang begitu. Setiap kementerian, daerah, ada ijin. Kami bekerja sama dengan KSP dan KKP untuk sederhanakan regulasi,” kata dia.

Selain memangkas regulasi, pemerintah juga tengah melakukan intensifikasi terhadap lahan-lahan budidaya yang dimiliki masyarakat. Pemerintah juga akan menetapkan fokus komoditas budidaya unggulan di tiap-tiap daerah, hingga membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu.

 





Sumber