Prismalink. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com – PT. Prismalink International resmi mendapatkan izin dari Bank Indonesia sebagai penyelenggara layanan Payment Gateway. Perusahaan fintech itu menyebutkan bahwa per tanggal 19 Februari 2020, telah mendapatkan izin tersebut melalui surat dengan nomor 22/130/DKSP/Srt/B perihal Persetujuan Izin sebagai Penyelenggara Payment Gateway.

Menurut Direktur Utama Prismalink Iljas Ridwan, izin ini menjadi modal utama untuk menjadi penyelenggara Payment Gateway Indonesia sesuai dengan Pasal 57 PADG No. 19/10/PADG/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway).

“Izin ini menjadi sarana bagi Prismalink untuk terus memberikan solusi pembayaran terbaik di Indonesia,” kata Iljas dalam keterangannya, Jumat (12/6).


Iljas menyadari melalui perkembangan teknologi informasi, dunia bisnis teknologi finansial juga semakin berkembang dengan pesat. Masyarakat semakin dimanjakan dengan kemudahan dalam bertransaksi kapanpun dan dimanapun secara online. Berangkat dari hal tersebut, Prismalink hadir untuk memberikan solusi sistem pembayaran yang reliable, cepat, aman dan nyaman.

1 dari 1 halaman

Solusi Penawaran

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem pembayaran, Prismalink sebagai perusahaan aggregator pembayaran hadir dengan berbagai solusi pembayaran, diantaranya adalah Debit Instan (Debitin), Kartu Kredit, Virtual Account, Convenience Store, QR Payment dan instrument pembayaran bank secara online lainnya.

Semua solusi pembayaran ini terus dikembangkan dan menjadikan Prismalink sebagai one stop solution bagi pelaku pasar yang membutuhkan sistem Payment Gateway.

Melalui komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna dan merchant, Prismalink melengkapi keamanan dari setiap transaksi melalui Fraud Detection System (FDS) serta sertifikasi PCI-DSS Level 1. Dengan demikian, pengguna dan merchant dapat melakukan transaksi tanpa rasa kawatir.

Iljas juga mengungkapkan bahwa saat ini Prismalink telah bekerjasama dengan banyak merchant dari berbagai tipe bisnis, mulai dari Marketplace, E-Commerce, Finansial, Asuransi, Edukasi, Yayasan Amal, Travel, Transportasi, Logistik, Kesehatan, Perhotelan, Properti dan masih banyak lagi.

(mdk/faz)



Sumber