Pemerintah harus benar-benar hadir secara konkret dan berpihak kepada pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID,¬†JAKARTA — Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Al Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) meminta pemerintah untuk melakukan rapid test bagi para santri di daerah asal masing-masing. Rapid test juga diperlukan untuk santri yang tinggal di daerah yang sama dengan lokasi pesantren.

Hal itu merupakan salah satu rekomendasi bersifat jangka pendek yang disampaikan RMI-NU untuk pemerintah terkait penerapan new normal di pesantren. Rekomendasi lainnya adalah menyediakan ruang karantina yang terstandar dan memastikan protokol kesehatan dapat berjalan dengan baik di di pesantren.

New normal ala pesantren diharapkan memenuhi standar keamanan dan kesehatan warga pesantren yang meliputi santri, ustaz, dan kiai beserta keluarganya, sekaligus menyiapkan protokol standar yang memungkinkan diikuti oleh pesantren,” kata Ketua PP RMI-NU, KH Abdul Ghaffar Rozin kepada Republika.co.id, Ahad (14/6).

Kiai Rozin melanjutkan, pemerintah harus benar-benar hadir secara konkret dan berpihak kepada pesantren dengan mengupayakan secara maksimal agar pesantren tidak menjadi klaster baru Covid-19. Pemerintah harus memperhatikan aspirasi pondok pesantren dan organisasi yang menaunginya.

“Pemerintah juga perlu memberikan apresiasi kepada pesantren yang memutuskan untuk memperpanjang masa belajar dari rumah sebagai upaya pencegahan,” ujarnya.

RMI-NU juga memberikan saran kepada pesantren. Kiai Rozin mengatakan, jika pesantren berdomisili di daerah yang belum benar-benar aman, maka memperpanjang belajar daring untuk santri dari rumah mungkin pilihan terbaik. Bila daerahnya sudah aman, pesantren mesti melaksanakan semaksimal mungkin protokol pencegahan Covid-19.

Misalnya, jelas Kiai Rozin, dengan menyiapkan ruang isolasi dan karantina, logistik yang cukup selama masa karantina, masker, hand sanitizer, wastafel yang cukup, dan merenovasi tempat wudlu. Bak mandi juga harus dijadikan shower atau ada pancurannya.

“Dan minta santri untuk menyiapkan perlengkapan pribadi sehari-hari sehingga tidak dipakai bergantian, siapkan gizi dan suplemen yang cukup, datangkan santri dengan jumlah terbatas secara bertahap dari zona hijau lebih dahulu,” tuturnya.



Sumber