MANADOPOST.ID— Keandalan Depot Mini LPG Pressurized Amurang harus benar= benar dipastikan. Pengecekan secara rutin pun terus dilakukan. Entah oleh pekerja hingga manajemen Pertamina.

Seperti yang terpantau, Selasa (14/7) kemarin. Dimana General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, C D Sasongko secara khusus mengunjungi depot yang terletak di Minahasa Selatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Sasongko mengecek seluruh fasilitas yang ada di depot mulai dari memastikan sistem pemadam kebakaran hingga ke lokasi jetty yang berada di pingggir laut tempat di mana kapal tanker pembawa LPG bersandar untuk melakukan pengisian.

“Depot ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian wilayah Sulaweai Utara dan Gorontalo. Sehingga kehandalannya dipertaruhkan,” ujarnya. Untuk itu, ia menegaskan agar pihak LPG Amurang selalu waspada dan mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk yang mungkin bisa terjadi.

Dia juga mengingatkan agar seluruh pekerja atau personil yang terlibat di dalam depot untuk tetap memperhatikan protokol covid-19 yang sudah ditetapkan. “Harus tetap menggunakan masker menjaga jarak dan mencuci tangan dan juga tetap olahraga serta mengkonsumsi makanan bergizi,” tutupnya.

Diketahui, Depot LPG Amurang saat ini dikelola oleh PT Elnusa Petrofin, salah satu anak usaha PT Elnusa, perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero). Dari sinilah penyaluran LPG untuk memenuhi kebutuhan LPG baik subsidi maupun non-subsidi untuk seluruh wilayah Sulawesi Utara dan sebagian Gorontalo disalurkan dan dibawa melalui Skid Tank menuju 7 SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji).

Dengan kapasitas 2×1000 MT terpasang inilah, depot ini setiap harinya menyalurkan sekitar 220 MT atau 220 ribu kg elpiji. Sebagai gambaran utuk 1 MT itu bisa diisi untuk memenuhi 333 tabung elpiji 3 Kg. Elpiji inilah kemudian dibawa oleh puluhan kendaraan skid tank dengan kapasitas angkut beragam mulai dari 8.800 kg dampai 15.000 kg.(*/ayu)





Sumber