loading…

ENTIKONG – Sebanyak 35 orang WNI yang pulang dari Malaysia ke Indonesia melalui hutan atau jalur tidak resmi diamankan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif R-641/Beruang pada Rabu malam (10/6/2020). Dari jumlah tersebut, 16 orang melewati sisi kiri luar pos lintas batas negara (PLBN) Entikong dan 21 orang melewati sisi kanan luar PLBN Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). (Baca juga: Perekrut 2 ABK yang Diperbudak Kapal Ikan China Ditangkap di Bogor)Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono menjelaskan, sebanyak 35 WNI tersebut secara hampir bersamaan diamankan oleh anggota Satgas Yonif R-641 yang berjaga di sektor kiri dan kanan PLBN Entikong. Para WNI tersebut masuk secara berkelompok dan tidak memiliki dokumen resmi perjalanan ke luar negeri. (Baca juga: Siswa SMP Dibacok Penjaga Sekolah saat Ambil Raport)

Saat diperisa, mereka mengaku bahwa selama di Malaysia bekerja secara ilegal di perkebunan sawit. Namun setelah kebijakan lockdown diberlakukan Pemerintah Malaysia, maka mereka tidak ada pekerjaan lagi sehingga harusk mereka kembali ke Indonesia. (Baca juga: Tokoh Adat Sentani: Jangan Terprovokasi Isu Rasisme)

Selain itu diketahui bahwa dari 35 WNI tersebut, 12 orang memiliki tujuan akhir perjalanan di Kalimantan Barat. Sementara 23 orang lainnya menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB. Satgas Yonif R-641 dan dan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk wilayah kerja Entikong memastikan semua WNI yang masuk ke Tanah Air dari Malaysia harus melalui rangkaian pemeriksaan protokol kesehatan COVID-19 di PLBN Entikong.

Setelah melalui penyemprotan barang bawaan, mencuci tangan, pemeriksaan tanda vital mulai dari suhu badan, tekanan darah hingga saturasi oksigen, maka dilanjutkan rapid test dan wawancara riwayat kesehatan. Selanjutnya jika hasil rapid test dinyatakan nonreaktif, mereka menerima surat keterangan kesehatan.

Sebelum melanjutkan perjalanannya, pihak Imigrasi Entikong mendata dan mewawancara para WNI tersebut tentang riwayat perjalanan dan barang mereka diperiksa oleh Kantor Bea dan Cukai Entikong. “Semua WNI yang masuk dari Malaysia akan kita arahkan untuk melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan, imigrasi dan bea cukai,” jelasnya.

Kukuh juga menyampaikan bahwa untuk mengurangi resiko terpapar COVID-19, Satgas Yonif R-641 telah melengkapi anggotanya dengan alat pelindung diri berupa baju hazmat, face shield, sarung tangan dan masker. Alat pendeteksi suhu tubuh non-kontak atau thermogun juga dibawa anggota yang berjaga di jalur-jalur tidak resmi.

Selama pandemi COVID-19, Satgas Yonif R-641 telah mengamankan 829 WNI yang kembali ke Tanah Air lewat jalur tidak resmi. Kukuh sangat mengapresiasi dedikasi dan semangat para petugas KKP, imigrasi dan bea cukai Entikong yang siap untuk melayani pulangnya WNI bahkan saat di luar jam dinas.

(shf)



Sumber