JAKARTA, KOMPAS.com –Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo tak peduli jika masyarakat terus nyinyir akibat kebijakannya. Selama tujuannya mulia dan rakyat bisa makan, kata Edhy, dia akan terus maju.

“Saya tidak peduli akan di-bully seperti apa mengelola negeri ini selama saya yakin tujuannya mulia membela rakyat. Saya tidak peduli gambar saya dibikin telanjang, yang penting rakyat saya masih bisa makan. Yang penting saya didukung komisi IV,” ungkap Edhy dalam raker bersama Komisi IV DPR RI, Senin (6/7/2020).

Alih-alih memusingkan celotehan masyarakat, Edhy lebih memilih mengurusi hal lain yang jauh lebih penting. Kendati, dia minta terus diingatkan bila ada hal yang keliru.

Baca juga: Menpan RB Curhat soal Sulitnya Pangkas PNS yang Tak Produktif


“Masih banyak urusan lain. Saya betul ada kekurangan, kami butuh selalu diperingatkan. Dirjen setiap saat saya marahi kalau menemukan hal yang lambat. Biarlah kesalahan mereka jadi tanggung jawab saya,” sebut Edhy.

Ia juga menyatakan tidak memiliki niat untuk memperkaya diri sendiri.

Hal itu dia ungkapkan menanggapi pandangan miring masyarakat saat mengetahui ada kader-kader politik yang dikenalnya masuk ke jajaran calon eksportir benih lobster.

Baca juga: Ada Politisi Gerindra di Balik Eksportir Benur, Menteri Edhy: Tidak Masalah, Saya Siap Dikritik

“Saya tidak sedikitpun punya niat untuk memperkaya diri sendiri. Istri saya, keluarga saya, tidak saya libatkan tentang itu,” kata dia.

Sebelumnya, penunjukkan perusahaan pengekspor benih lobster kembali menuai polemik. Dalam beberapa pemberitaan, sejumlah politikus disebut-sebut menduduki jabatan tinggi di perusahaan yang jadi calon eksportir benih lobster.

Bahkan mantan pelaku penyelundupan benih lobster juga disebut ikut mendaftarkan perusahaannya menjadi salah satu eskportir benih lobster. 

Baca juga: Menteri Edhy Soal Eksportir Benih Lobster: Siapa yang Mendaftar, Kami Terima…



Sumber