JAKARTA, iNews.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengungkapkan alasan dirinya membuka keran ekspor benih lobster. Kebijakan itu pernah dilarang ketika Susi Pudjiastuti menjadi menteri kelautan dan perikanan 2014-2019.

Edhy mengatakan, satu ekor lobster bisa menghasilkan hingga satu juta telur. Jumlah itu dinilainya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat.

“Satu ekor lobster bisa bertelur hingga satu juta,” kata Edhy saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Edhy menyebut, seandainya lobster dibiarkan di alam, diperkirakan jumlah telur yang bisa mencapai lobster dewasa hanya 0,2 persen.

Namun, kata dia, apabila lobster itu ditangkap lalu telurnya dibudidayakan, maka benih lobster yang berhasil mencapai dewasa sekitar 30 persen.

“Wilayah kita terlalu luas, saya sangat yakin (ekspor benih lobster) akan menghasilkan nilai ekonomi,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah siap mendengarkan masukan atas kebijakan ekspor benih lobster. Dia terbuka untuk memperbaiki aturan apabila merugikan rakyat.

Edhy Prabowo sebelumnya juga menegaskan prioritas utama pemerintah adalah mengembangkan budi daya lobster dan bukan ekspor. Perusahaan yang ditunjuk menjadi eksportir harus memenuhi syarat.

“Prioritas pertama itu budi daya, kita ajak siapa saja, mau koperasi, korporasi, perorangan silahkan, yang penting ada aturannya. Pertama harus punya kemampuan budi daya. Jangan tergiur hanya karena ekspor mudah, untungnya banyak,” katanya, baru-baru ini.

Editor : Rahmat Fiansyah



Sumber