Izin berlabuh diberikan ke kapal yang memiliki kebutuhan mendesak ke Selandia Baru

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON — Selandia Baru mengizinkan masuknya beberapa kapal maritim pada Jumat (12/6). Hal itu sebagai bagian dari langkah negara tersebut untuk membuka kembali perekonomiannya setelah mencabut lockdown.

Pemerintah Selandia Baru akan mengizinkan kapal yang tiba di perbatasan maritim untuk berlabuh. Izin hanya diberikan kepada kapal yang memiliki kebutuhan mendesak untuk melakukan perjalanan ke Selandia Baru. Selain itu, pembatasan perbatasan tidak lagi berlaku bagi awak kapal kargo pengganti yang tiba di negara tersebut.

“Ini akan membantu menjaga rute pengiriman tetap terbuka,” ujar pernyataan pemerintah.

Sebagian besar perjalanan maritim ke Selandia Baru membutuhkan waktu lebih dari 14 hari, sehingga kru dan lainnya dapat melakukan isolasi sendiri dalam perjalanan. Namun, Selandia Baru tetap melarang masuknya kapal pesiar karena dikhawatirkan dapat membawa masuk virus corona.

Sebelumnya, Selandia Baru telah mencabut semua pembatasan sosial dan ekonomi. Selandia Baru menjadi salah satu negara pertama di dunia yang menyatakan bebas dari virus corona dan telah menjalani kehidupan secara normal.

Pencabutan pembatasan sosial dan ekonomi ini disambut meriah oleh warga Selandia Baru. Setelah menjalani karantina dengan berada di rumah selama sekitar dua bulan, warga Selandia Baru menikmati udara di luar rumah dengan berjalan-jalan atau berbelanja. 

sumber : Reuters



Sumber